Profesor ITS Ubah Limbah Aluminium Jadi Listrik Ramah Lingkungan
- VIVA Jatim/Tito
Surabaya, VIVA Jatim – Di tengah meningkatnya kebutuhan energi bersih dan berkelanjutan, Guru Besar ke-237 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Prof. Dr.-Ing. Doty Dewi Risanti ST MT, menghadirkan inovasi yang mengubah limbah aluminium menjadi sumber listrik ramah lingkungan.
Melalui pendekatan fisika-metalurgi, dosen Departemen Teknik Fisika ITS tersebut mengembangkan teknologi yang memanfaatkan limbah aluminium untuk menghasilkan gas hidrogen sebagai sumber energi listrik.
Inovasi ini menjadi salah satu solusi dalam mendukung transisi energi hijau sekaligus mengurangi limbah industri logam yang selama ini belum termanfaatkan secara optimal.
Dalam orasi ilmiahnya saat pengukuhan sebagai profesor, Doty menjelaskan bahwa sumber energi konvensional selama ini memberikan dampak ekologis yang cukup besar. Di sisi lain, ketergantungan terhadap bahan baku primer juga menyebabkan deplesi sumber daya dan peningkatan limbah industri.
“Daur ulang yang tidak optimal menyebabkan penurunan kualitas material yang seharusnya dapat dikelola dengan lebih efektif,” ujarnya, Selasa 16 Juni 2026.
Berangkat dari persoalan tersebut, Doty menawarkan konsep ekonomi sirkular melalui pemanfaatan kembali limbah aluminium menjadi energi bersih.
Menurutnya, pendekatan ini memungkinkan material digunakan kembali tanpa mengalami penurunan kualitas, bahkan berpotensi meningkatkan nilai dan manfaatnya.
Aluminium dipilih karena memiliki sejumlah keunggulan, seperti kerapatan energi volumetrik yang tinggi, ketersediaan melimpah di tingkat global, serta dapat didaur ulang secara berkelanjutan.
“Indonesia memiliki potensi untuk bertransformasi dari sistem daur ulang berbasis peleburan sederhana menuju proses daur ulang sirkular yang lebih maju,” katanya.
Dalam prosesnya, limbah aluminium direaksikan dengan air untuk menghasilkan gas hidrogen. Namun, proses ini memiliki tantangan berupa lapisan oksida alami pada permukaan aluminium yang menghambat pelepasan energi.
Selama ini, berbagai metode seperti penggunaan katalis alkali, perlakuan mekanis, hingga modifikasi kimia telah digunakan. Namun, metode tersebut dinilai belum mampu menghasilkan efisiensi produksi hidrogen mendekati 100 persen dan menjaga aliran hidrogen tetap stabil.
Untuk mengatasi hal itu, Doty mengembangkan pendekatan baru melalui rekayasa termodinamika proses, modifikasi permukaan aluminium, serta pengendalian reaksi.
Salah satu inovasi yang diterapkan adalah penggunaan co-solvent sebagai regulator termal alami untuk mencegah lonjakan temperatur selama reaksi berlangsung.