4 Kandidat Ketum PBNU Santer Disebut Jelang Muktamar di PP Tambakberas

Potret Gus Kikin, Gus Yahya, Kiai Imjaz, dan Gus Yusuf Chudlori.
Sumber :
  • Istimewa

Surabaya, VIVA Jatim – Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, tinggal sepekan lagi. Beberapa nama berseliweran disebut-sebut sebagai kandidat Ketum PBNU. 4 di antaranya disebut kandidat kuat.

img_title DPT Muktamar ke-35 NU Belum Final, Panitia Target Rampung 22 Agustus

Siapa saja mereka?

Berdasarkan hasil kajian tim peneliti Insantara dan intelektual muda NU MH Wildan, dari nama-nama yang masuk dalam bursa calon Ketum PBNU, kini mengerucut ke empat nama. Keempat nama itu diseburnya berpeluang bersaing di pencalon ketua umum.

img_title Gus Ipul Buka Suara soal Rencana Rapat AHWA di Rumah KH Wahab Hasbullah

Ada beberapa alasan keempat nama itu berpeluang maju sebagai calon kuat Ketum PBNU. Keempatnya memiliki basis dukungan, berpengalaman, jaringan luas, dan memiliki karakter kepemimpinan yang kuat.

"Empat nama itu ialah KH Yahya Cholil Staquf, KH Imam Jazuli, KH Abdul Hakim Mahfudz, dan KH Yusuf Chudlori," kata Wildan dalam keterangannya diterima Jumat, 21 Agustus 2026.

img_title Muktamar NU, LPJ PBNU, dan Energi Persatuan Abad Kedua NU

KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya

KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, papar Wildan, adalah calon inkumben. Dia juga Pengasuh Pesantren Raudlatut Thalibin, Rembang, Jawa Tengah.

Sebagai petahana, alumnus PP Al-Munawwir Krapyak itu tentu mengantongi keunggulan yang tidak dimiliki kandidat lain. Gus Yahya sudah mempunyai pengalaman memimpin PBNU selama satu periode, penguasaan struktur organisasi, dan jaringan yang dibangun selama memimpin PBNU.

Dinamika di PBNU yang mewarnai selama kepemimpinannya disebut Wildan tak berpengaruh signifikan pada pencalonan Gus Yahya. Di kalangan internal NU,

penilaian terhadap periode kepemimpinan Gus Yahya terbelah. Sebagian melihat Gus Yahya sebagai figur yang membawa modernisasi dan membuka ruang baru bagi NU di tingkat global. Sebagian lainnya menilai periode ini meninggalkan persoalan serius terkait tata kelola dan konsolidasi internal.

"Bahkan kepemimpinan Gus Yahya oleh sebagian besar kalangan dianggap paling gagal dalam sejarah PBNU," tandas Wildan.

Tapi semua itu tak membuat Gus Yahya menemukan jalan buntu pada pencalonannya sebagai Ketum PBNU periode selanjutnya. 

KH Imam Jazuli atau Kiai Imjaz

Tokoh NU kedua yang disebut-sebut berpeluang di bursa pencalonan Ketum PBNU ialah KH Imam Jazuli atau Kiai Imjaz, Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon. Dia alumnus PP Lirboyo Kediri dan Universitas Al-Azhar, Mesir, dan Universiti Malaysia.

Halaman Selanjutnya
img_title