PHE WMO Gandeng BLK Surabaya Latih Warga Sidorukun Gresik Buka Usaha Kuliner
- VIVA Jatim/Tofan
PHE WMO, lanjut Rahmat, ingin peserta tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga memahami aspek ekonomi dari produk yang dibuat sehingga memiliki bekal untuk mengembangkan usaha.
“Kami ingin masyarakat, khususnya kelompok pemuda dan ibu rumah tangga, tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga termotivasi untuk berwirausaha dan paham cara mengelola produk secara ekonomis,” ujarnya.
Ditempat yang sama, manager WMO Field, Nofrie Nianta Charitapermana, menambahkan pemberdayaan masyarakat merupakan bagian dari upaya membangun hubungan yang berkelanjutan antara perusahaan dan masyarakat di sekitar wilayah operasi.
Menurutnya, keberlangsungan operasi perusahaan juga berkaitan dengan dukungan dan hubungan harmonis dengan masyarakat sekitar.
“Kelancaran dan keamanan operasional PHE WMO selama ini tentu tidak lepas dari dukungan penuh serta hubungan harmonis yang terjalin dengan masyarakat sekitar, termasuk warga Desa Sidorukun,” jelasnya.
Charita mengatakan perusahaan dan masyarakat perlu tumbuh berdampingan. Karena itu, program PPM diarahkan tidak hanya pada bantuan, tetapi juga penguatan kapasitas masyarakat.
“Ketika kemandirian ekonomi masyarakat terbangun dan kesejahteraan meningkat, hal itu akan menciptakan lingkungan sosial yang kondusif, yang pada akhirnya sangat mendukung kelancaran operasi kami untuk terus berkontribusi bagi negara,” katanya.
Melalui program tersebut, PHE WMO menargetkan keterampilan yang diperoleh peserta dapat dikembangkan menjadi peluang ekonomi baru. Selain membuka usaha mandiri dan memenuhi kebutuhan pasar lokal, kompetensi tersebut juga diharapkan dapat menjadi bekal peserta memasuki dunia kerja.