DPRD Gresik Minta Parkir Trotoar Ditata, Hak Pejalan Kaki Dijaga
- VIVA Jatim
Gresik, VIVA Jatim – Jajaran DPRD Kabupaten Gresik memberikan dukungan penuh terhadap upaya penataan ulang area parkir di atas trotoar secara rapi dan teratur. Kebijakan ini dinilai menjadi solusi konkret untuk mengurai kemacetan lalu lintas sekaligus menjaga keselamatan pejalan kaki di kawasan perkotaan.
Langkah proaktif dan simpatik yang dijalankan pemerintah daerah setempat diapresiasi sebagai terobosan dalam membenahi estetika ruang publik. Penataan ini diharapkan mampu menciptakan ruang kota yang tertib, bersih, aman, serta ramah bagi seluruh lapisan masyarakat.
Melalui sinergi yang terus dibangun antara legislatif dan eksekutif, tata ruang kawasan protokol kini mulai menunjukkan perubahan signifikan. Penataan zona parkir ini dirancang sedemikian rupa agar aktivitas ekonomi para pelaku usaha di sekitarnya tetap bergairah tanpa memangkas hak kebebasan para pengguna jalan kaki.
Ketua DPRD Kabupaten Gresik M. Syahrul Munir mengisyaratkan bahwa pihak legislatif berdiri di belakang kebijakan yang berpijak pada kepentingan publik tersebut.
"Kami di jajaran pimpinan DPRD Gresik sangat mendukung penataan parkir di trotoar yang terkonsep secara matang ini, karena selain menjaga kerapian dan keindahan wajah kota, keberadaan hak keselamatan serta kenyamanan pejalan kaki tetap dijadikan prioritas paling utama," tegasnya saat ditemui di Gedung DPRD Gresik, Kamis, 5 November 2026.
Rencana penataan ini juga memantik respons positif dari warganet di media sosial serta berbagai forum diskusi warga. Publik mengapresiasi upaya perlindungan terhadap aksesibilitas pejalan kaki agar tetap merasa nyaman saat melintasi jalur utama kota.
Nada optimistis senada diutarakan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gresik Lutfi Dhofir. Menurutnya, pemanfaatan ruang publik yang presisi adalah kunci utama pelayanan warga.
"Pencegahan kesemrawutan lalu lintas melalui pembagian ruang trotoar yang presisi merupakan bentuk pelayanan terbaik bagi publik, sehingga warga yang berjalan kaki dan pengguna fasilitas parkir sama-sama merasa nyaman serta terlayani dengan sangat baik," jelasnya di sela-sela agenda pemantauan perkembangan penataan kawasan perkotaan.
Secara teknis, penataan parkir terpadu ini memprioritaskan pembuatan garis batas zona yang tegas dan jelas di area strategis. Batas marka ini memastikan kendaraan roda dua maupun roda empat terparkir presisi, sehingga tidak menutupi guiding block bagi penyandang disabilitas dan lansia.
Di samping penyediaan ruang, pengerahan petugas pengawas di lapangan secara simpatik turut menjamin ketertiban kawasan secara berkelanjutan. Selain mengurangi kepadatan kendaraan di badan jalan utama, penataan ini juga diharapkan membangkitkan kembali budaya berjalan kaki di pusat kota.
Kebijakan ini turut direspons positif oleh para pemilik toko dan pedagang UMKM di sepanjang koridor utama Gresik. Area pedestrian yang tertata rapi dan estetik dinilai mempercantik tampilan kawasan pertokoan sekaligus mendatangkan lebih banyak konsumen.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gresik Ahmad Nurhamim turut menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi lintas sektor yang terus terjaga.
"Komitmen bersama dalam menata parkir trotoar ini memperlihatkan betapa indahnya kebersamaan dalam membangun Kabupaten Gresik yang modern, ramah, dan sangat menghargai hak-hak seluruh warga kota tanpa terkecuali," tuturnya penuh gembira.
Dukungan politis dari legislatif ini pun direspons positif oleh jajaran eksekutif. Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Gresik menambahkan bahwa masukan berharga serta kawalan intensif dari jajaran pimpinan dewan menjadi dorongan semangat yang sangat luar biasa bagi jajaran eksekutif di lapangan.
Pihaknya terus berkomitmen untuk mengoptimalkan pengawasan secara berkala dan ramah guna memastikan seluruh area trotoar tetap berfungsi ideal sesuai dengan prinsip keselamatan lalu lintas dan kenyamanan publik.
Sinergi harmonis antara DPRD dan Pemkab Gresik ini membuktikan bahwa penataan tata ruang kota serta fasilitas umum dapat berjalan seiring dengan perputaran roda ekonomi warga dan perlindungan hak-hak pejalan kaki.
Kolaborasi ini makin mempertegas komitmen Gresik menuju kota percontohan yang tertib, estetik, dan ramah bagi publik. Guna memastikan efektivitas program, DPRD Gresik berkomitmen mengawal pelaksanaan fungsi pengawasan secara berkesinambungan. Dewan juga mendorong pemenuhan fasilitas pendukung trotoar seperti pencahayaan, ketersediaan tempat sampah, serta penanaman vegetasi peneduh demi kenyamanan warga.