Lawan Konglomerat Susilo Wonowidjojo, Bank OCBC NISP Optimis Menang

Sidang gugatan OCBC NISP ke konglomerat Susilo Wonowidjojo Cs.
Sumber :
  • Istimewa

Jatim – Bank OCBC NISP selaku penggugat optimis akan menangkan gugatan terhadap Susilo Wonowidjojo dan tergugat lainnya terkait kredit macet senilai Rp232 miliar di Pengadilan Negeri Sidoarjo. Keyakinan penggugat itu terpatri karena memiliki bukti-bukti kuat terkait gugatan yang diajukan ke pengadilan.

img_title Potret Semarak Dhoho Night Carnival 2025 di Kota Kediri

Kuasa hukum Bank OCBC NISP, Hasbi Setiawan, mengatakan, sidang tersebut sudah memasuki agenda pembacaan tuntutan dan sudah dibacakan di PN Sidoarjo pada Rabu kemarin. “Artinya sudah memasuki pokok perkara setelah sebelumnya gagal di tahap mediasi,” katanya dalam keterangan tertulis diterima Viva Jatim, Kamis, 4 Mei 2023.  

Di sidang tersebut, juga hadir seluruh pihak tergugat dan para pihak sepakat sidang berikutnya digelar melalui e-court  (sidang elektronik) atau dokumen-dokumen di submit melalui elektronik ke pengadilan. Bank OCBC NISP sendiri, papar Hasbi, akan memasukkan bukti tertulis pada 31 Mei 2023 ke PN Sidoarjo.

img_title GG hadirkan Legenda Nyai Roro Kidul di Dhoho Night Carnival 2025 Kota Kediri

“Dan kami optimis menang,” ujar Hasbi.

Dalam gugatannya, Bank OCBC NISP meminta majelis hakim untuk menghukum para tergugat yang menyebabkan kredit macet dengan harta kekayaan pribadinya berupa kerugian materiil sebesar kurang lebih US$16,50 juta atau Rp232 miliar dan immateriil senilai Rp1 triliun.

img_title Heboh PHK Massal Gudang Garam, Disnakertrans Jatim: Itu Pensiun Dini

Mereka yang digugat ialah Susilo Wonowidjojo (Tergugat 1), PT. Hari Mahardika Utama (HMU) (Tergugat 2), PT Surya Multi Flora (Tergugat 3), Hadi Kristanto Niti Santoso (Tergugat 4), Linda Nitisantoso (Tergugat 5), Lianawati Setyo (Tergugat 6), Norman Sartono (Tergugat 7), Heroik Jakub (Tergugat 8), Tjandra Hartono (Tergugat 9), Daniel Widjaja (Tergugat 10), dan Sundoro Niti Santoso (Tergugat 11). kemudian PT Hair Stair Indonesia/HSI (Turut Tergugat 1) dan Ida Mustika (Turut Tergugat 2).  

Hasbi menjelaskan, Susilo Wonowidjojo, salah satu orang terkaya Indonesia versi majalah Forbes, merupakan pemegang saham pengendali PT HSI melalui PT HMU, sebelum PT HSI dipailitkan, yang menurutnya, secara kontroversial pada September 2021. PT HSI adalah perusahaan produsen rambut palsu atau atau wig yang berlokasi di Sidoarjo.

Duduk perkara dari kasus kredit macet itu ialah ketika Bank OCBC NISP telah memberikan pinjaman kepada PT HSI sebesar US$16,51 juta. Bank OCBC NISP menyetujui pinjaman tersebut karena Meylinda Setyo adalah pemegang 50 persen saham dan Presiden Komisaris PT HSI yang merupakan istri dari Susilo Wonowidjojo, yang merupakan orang terkaya ke-14 di Indonesia versi Majalah Forbes. 

Halaman Selanjutnya
img_title