Pengacara Terdakwa Kasus Perampokan Rumdin Walikota Blitar Minta Sidang Digelar Offline
- Viva Jatim/Mokhamad Dofir
Surabaya, VIVA Jatim – Terdakwa kasus perampokan Rumah Dinas (Rumdin) Walikota Blitar, Samanhudi Anwar, keberatan bila sidang digelar secara online.
Pihaknya meminta supaya Pengadilan Negeri (PN) Surabaya menggelar sidang offline dengan menghadirkan terdakwa secara langsung pada sidang-sidang berikutnya.
Keberatan ini disampaikan oleh Penasehat Hukum terdakwa, Irfana Jawahirul Maulida, disela sidang perdana yang digelar pada hari ini, Kamis 20 Juli 2023.
"Ijin yang mulia, saudara terdakwa meminta supaya sidang digelar secara offline," pinta Irfana.
Lalu Hakim Ketua Abu Achmad Sidqi Amsya menjawab bila permintaan terdakwa tersebut belum bisa langsung disetujui karena akan dimusyawarahkan lebih dahulu bersama Hakim Anggota yang lain.
"Nanti para Hakim akan memusyawarahkannya," jawab Hakim.
Sedangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) saat dimintai tanggapan oleh hakim atas permintaan itu memilih menyerahkan sepenuhnya keputusan soal sidang kepada majelis hakim.
"Untuk persidangan offline kami mengikuti keputusan majelis hakim yang mulia," ucap salah seorang JPU.
Di kesempatan berbeda, Irfana menyampaikan jika sidang secara online sebenarnya hanya digelar dalam suasana pandemi. Sedangkan saat ini pemerintah telah mencabut status pandemi Covid-19 di Indonesia.
"Karena kan nggak ada Covid-19 lagi," singkatnya kepada awak media.
Selain itu ia bilang, sidang online selalu bergantung pada kondisi jaringan internet. Sehingga ia khawatir apabila nanti jaringan terganggu maka proses sidang juga akan turut terganggu.
"Sehingga kebenaran materiil itu bisa terganggu," lanjut dia.
Untuk diketahui, sidang perdana kasus perampokan Rumdin Walikota Blitar Santoso, dengan terdakwa Mantan Walikota Blitar Samanhudi Anwar, digelar secara online di PN Surabaya, Kamis 20 Juli 2023.
Sidang dengan agenda pembacaan dakwaan tersebut dipimpin oleh Hakim Ketua Abu Achmad Sidqi Amsya.
Mulanya sidang direncanakan akan digelar di Ruang Kartika 2 pukul 13.00 WIB, namun akhirnya majelis hakim lebih memilih Ruang Cakra dan sidang baru bisa dimulai pukul 14.18 WIB.
Laporan: Mokhamad Dofir