Shifu dan Sahabat
- Nur Faishal/Viva Jatim
Tak dinyana, di hari yang sama, Gus Rijal Mumazziq juga diundang ke PP Nasy’atul Muta’allimin Gapura: siang mengisi FGD di STAINAS dan malamnya berceramah di acara Harlah ke-67 pondok pesantren tersebut. Sehabis Magrib saya hampiri dia saat diskusi santai di balai tamu kediaman Pengasuh Pesantren Nasy’atul Muta’allimin, Kiai Dardiri Zubairi. Karena FGD itu saya urungkan menemuinya saat siang, khawatir mengganggu FGD terbatas itu dan ia butuh istirahat untuk berceramah di malam hari.
K A Dardiri Zubairi di acara Harlah PP Nasy
- YouTube PP NASA Official
Begitu sampai di balai tamu Kiai Dardiri, saya disambut gaya khas Gus Rijal yang selalu heboh itu. kami bersalaman dan berpelukan. Sayang, pertemuan itu begitu singkat. Tak banyak ngobrol sambil ngopi. Saya harus menghormati FGD terbatas yang digelar STAINAS yang pesertanya hanya civitas akademika kampus itu. “Setengah delapan FGD-nya dimulai lagi,” bisik, Ketua STAINAS, Kiai Anas.
Meski begitu saya sudah sangat senang. Harlah PP Nasy’atul Muta’allimin Gapura tahun ini begitu istimewa. Saya bisa sowan ke kiai dan para guru yang membimbing saya selama jadi murid di lembaga pendidikan formal dan non-formal di pesantren itu. Juga bisa bertemu shifu dan sahabat saat di UINSA setelah hampir 20 tahun tak bersua.
Gus Rijal Mumazziq Z di PP Nasy
- YouTube PP NASA Official