Terkuak, Ini Motif Guru Ngaji di Mojokerto Cabuli 4 Anak Perempuan
- Muhammad Lutfi Hermansyah/Viva Jatim
Mojokerto, VIVA Jatim – Sebanyak 4 anak perempuan dicabuli oleh guru ngaji di Kecamatan Mojoanyar, Mojokerto berinisial RA (58). Kini pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijebloskan ke sel tahanan.
Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Imam Mujali mengatakan, penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik mengantongi alat bukti yang cukup. Misalkan, hasil visum, keterangan korban, saksi, hingga tersangka.
“Pelaku sudah kita tetapkan sebagai tersangka,” katanya kepada wartawan, Jumat, 19 Januari 2024.
Atas aksi bejatnya, AR dijerat pasal 81 ayat (1) dan (4) juncto pasal 76E UU RI nomor 17 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak.
Para korban berusia 13, 14, 15 dan 16 tahun. Perbuatan pelaku terungkap setelah salah satu dari korban bercerita ke orang tuanya. Selanjutnya, orang tua para korban mendatangi rumah pelaku untuk mengklarifikasi pada Kamis, 18 Januari 2024. Untuk mencegah aksi main hakim sendiri, pelaku dibawa ke rumah kepala dusun setempat.
Masih kata Imam, pelaku melalukan perbuatan bejatnya di rumah korban pada Sabtu, 13 Januari 2024. Awalnya, pelaku mendatangi rumah korban dengan alasan hendak meminjam mesin penjahit milik ibunya. Namun, korban tidak bisa memberikan jawaban karena ketika itu ibunya sedang tidur.
“Pelaku tanya ‘apakah mesin penjahitnya dipakai?, dijawab korban ‘tidak tahu’ karena ibu korban tidur. Korban terburu-buru karena ada tugas kelompok, lalu ditanya oleh pelaku, ada bekal ndak untuk kerja kelompok? dikasihlah Rp 50 ribu asal mau dicium dan diremas payudaranya,” ungkapnya.
Namun, iming-iming uang sebasar Rp50 ribu itu hanya untuk satu korban. Sedangkan yang lain, dibawah Rp50 ribu. Bahkan, lanjut Imam, ada yang tidak diberikan uang sama sekali.
“Pada saat mereka main , tiba-tiba didatangi, dicium diremas payudara. Ada yang tidak (dikasih uang) ada yang langsung dipeluk dan dicium,” ungkapnya.
Kanit PPA Satrekrim Polres Mojokerto Ipda Herwanto menambahkan, pelecehan seksual yang dilakukan AR tidak sekali dilakukan. AR berulang kali melalukannya sejak tahun 2020 namun secara terus menerus.
“Kejadian (pencabulan) sejak tahun 2020. Dari keempat korban ada yang 2 kali, ada yang sekali. Itu pun ndak sering, 2020 sekali, 2021 sekali, 2022 sekali begitu,” terangnya.
Ia mengungkapkan, AR mengaku melalukan perbuatan cabul karena ingin menumbuhkan rasa kasih sayang. Sebab, beberapa dari korban merupakan murid ngajinya dan kerap bermain di rumah pelaku.