Banjir Landa 80 KK di Tulungagung , Lurah: Sejak 2007 Tak Ada Tindak Lanjut

Banjir rendam 80 KK di Desa Sidorejo, Kauman, Tulungagung.
Sumber :
  • Viva Jatim/Madchan Jazuli

Tulungagung, VIVA JatimBanjir menggenangi di beberapa desa di Kabupaten Tulungagung, salah satunya di Desa Sidorejo Kecamatan Kauman, Tulungagung. Kepala Desa Sidorejo, Danang Catur Budi Utomo mengaku sudah sejak lama persoalan banjir tidak mendapat respon dari pihak terkait.

Puluhan Motor Mogok gegara Banjir di Ruas Jalan Alternatif Tulungagung-Kediri

Kepala Desa Sidorejo, Danang Catur Budi Utomo.

Photo :
  • Viva Jatim/Madchan Jazuli

Danang memaparkan bahwa banjir pada hari ini melanda warganya yang tersebar di 80 Kepala Keluarga (KK). Yang terparah berada di dekat Pabrik Gula (PG) Mojopanggung dengan ketinggian di atas 80 sentimeter.

Sempat Berontak, 27 ODGJ Tulungagung Jalani Pengobatan ke RSJ Lawang Malang

"Sudah mulai awal saya menjabat 2007-2008 sampai sekarang belum ada tindak lanjut. Ketinggian air kalau di jalan paling sekitar 50 sampai 60 cm. Kalau warga yang terdampak   agak parah di dekat Pabrik Mojopanggung," ujar Danang yang ikut mengatur lalu lintas.

Dirinya mengaku secara global semua warga terdampak, karena daerah Sidorejo memiliki ketinggian yang lebih rendah. Namun dibanding tahun sebelumnya baru ini yang lebih parah.

Banjir Landa Sejumlah Wilayah di Jawa Timur Akibat Curah Hujan Meningkat

"Yang kemarin kemarin malah covid itu sama sekali tidak ada banjir. Barusan tahun ini yang parah," ulasnya.

Kendati demikian, Danang mengakui curah hujan akhir ini cukup deras. Sehingga wilayahnya yang menjadi patusan (sungai pembuangan air) dari 4 desa Karanganom, Mulyosari, Kalangbret, termasuk sidorejo tidak kuat menampung. 

Halaman Selanjutnya
img_title