Lebaran 2025: 170 Ribu Tiket Kereta Cepat Whoosh Terjual hingga H-1 Idul Fitri
- Viva
Jakarta, VIVA Jatim – Lonjakan penumpang kereta cepat Whoosh terus terjadi sejak H-4 lebaran. Hingga H-Lebaran 2025, menutur catatan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) terjual sebanyak 170 ribu tiket.
Sejak H-4 Lebaran, jumlah penumpang Whoosh konsisten berada di angka sekitar 18 ribu penumpang per hari, meningkat dibandingkan hari-hari sebelumnya. Tren peningkatan ini juga terlihat dari jumlah penumpang yang berangkat dari Stasiun Halim menuju Bandung, baik ke Stasiun Padalarang maupun Stasiun Tegalluar Summarecon, yang kini mencapai sekitar 12 hingga 13 ribu penumpang per hari, naik dari sebelumnya yang berkisar 10 hingga 11 ribu penumpang per hari.
General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, mengatakan bahwa peningkatan jumlah penumpang ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan Whoosh yang cepat, nyaman, dan dapat diandalkan.
“Lonjakan jumlah penumpang ini menjadi bukti bahwa Whoosh telah menjadi pilihan utama bagi masyarakat untuk perjalanan mudik. Kami mengapresiasi kepercayaan pelanggan dan akan terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik, memastikan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan tepat waktu,” ujar Eva dalam keterangannya Minggu, 30 Maret 2025.
Eva menuturkan, masyarakat yang akan menggunakan layanan Whoosh diharapkan untuk segera melakukan pemesanan tiket karena tiket masih tersedia. Tiket hingga keberangkatan bulan April sudah tersedia dan dapat dipesan melalui berbagai kanal, baik online maupun offline.
"Pemesanan tiket dapat dilakukan melalui aplikasi Whoosh, website ticket.kcic.co.id, Access by KAI, Livin’ by Mandiri, BRImo, Wondr by BNI, Tiket.com, serta di loket dan vending machine yang tersedia di stasiun," jelasnya.
KCIC mengajak masyarakat untuk beralih ke e-ticket dan memanfaatkan pembelian online agar perjalanan semakin lancar dan nyaman, terutama selama periode Angkutan Lebaran. Dengan membeli tiket Whoosh secara online, penumpang akan mendapatkan e-ticket yang masuk ke aplikasi atau email terdaftar. Penumpang tidak perlu mencetak tiket fisik saat di stasiun, cukup pindai QR Code pada gate saat melakukan boarding.