Gubernur Khofifah Dorong ASN Jatim Manfaatkan AI untuk Tingkatkan Pelayanan Publik

Khofifah Indar Parawansa membuka Jatim Retreat 2025
Sumber :
  • Istimewa

Kota Batu, VIVA Jatim –Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mendorong seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk mengoptimalkan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) guna meningkatkan kinerja pelayanan publik.

img_title Program Pemutihan Pajak Kendaraan Sepanjang Agustus 2026, Pemprov Jatim Kejar Pendapatan Daerah Rp 297 Miliar

"Pemanfaatan AI harus diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat kualitas pelayanan pemerintah," kata Khofifah saat menghadiri acara di Kota Batu, Senin 28 April 2025.

Menurutnya, lahirnya AI sebagai inovasi teknologi adalah keniscayaan yang harus disikapi secara positif. Teknologi ini diharapkan bisa menunjang aktivitas ASN dalam memberikan layanan yang lebih pasti dan responsif kepada masyarakat.

img_title Gerakan Perisai Anak, Cara Khofifah Lindungi Ekosistem Anak di Ruang Digital

Khofifah juga mengingatkan bahwa ASN harus bijaksana dalam menggunakan AI, terutama dalam menjaga etika, keamanan data, serta membangun ketahanan sosial di tengah perubahan zaman.

"Oleh karena itu, setiap ASN di lingkungan Pemprov Jawa Timur harus memiliki kesadaran untuk terus mengembangkan pengetahuan dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi, khususnya bagi pejabat struktural yang telah mengikuti agenda Jatim Retret 2025," ujarnya.

img_title Khofifah Sebut Proses Penjaringan Siswa Sekolah Rakyat di Jatim Berjalan Lancar

Ia menegaskan, semangat dan hasil dari Jatim Retret 2025 jangan sampai menguap begitu saja. "Jadikan momentum ini sebagai titik tolak untuk memperkuat gerakan perubahan dan memperbaiki tata kelola pemerintahan di semua lini," tambahnya.

Khofifah menjelaskan bahwa pembekalan dalam retret tersebut bertujuan untuk menyelaraskan pemikiran dan strategi menuju Indonesia Emas 2045, salah satunya melalui pemanfaatan teknologi AI dalam pelayanan publik.

"Retret ini menjadi momen penting untuk memperkokoh komitmen bahwa Jawa Timur siap mendukung pelaksanaan Asta Cita, sejalan dengan Nawa Bhakti Satya, demi mewujudkan Indonesia Emas 2045," tegasnya.

Ia menutup dengan mengingatkan bahwa keberhasilan retret ini tidak hanya diukur dari keaktifan dalam diskusi, melainkan dari seberapa nyata aksi perubahan yang diwujudkan setelah para peserta kembali ke satuan kerja masing-masing.