Simbol Bendera Merah di Iran: Tanda Bahaya, Isyarat Perang yang Belum Usai

Bendera Merah di Iran
Sumber :
  • Viva.co.id

Surabaya, VIVA Jatim – Sebuah simbol menggetarkan dikibarkan di langit Iran. Bendera merah, penuh makna sejarah dan spiritual, berkibar di atas kubah Masjid Jamkaran, Qom—tak lama setelah serangan udara Israel mengguncang wilayah tersebut pada Jumat dini hari.

img_title Doku Siap Tinggal Piala Dunia Jelang Kelahiran Anak Pertamanya

Dikutip dari VIVA, Selasa, 17 Juni 2025, bukan sekadar gestur emosional, pengibaran bendera ini membawa pesan mendalam: “Darah belum terbalas, dan waktu pembalasan akan tiba.” Tulisan “Ya Litharat al-Hussein” yang tertera di kain merah itu berarti: “Wahai para penuntut balas atas darah Husain.”

Tradisi Syiah: Ketika Kain Merah Menjadi Sinyal Jihad

img_title Menko Yusril Ungkap Kendala Indonesia Bebaskan WNI yang Ditangkap Israel di Laut Internasional

Dalam teologi dan kebudayaan Syiah, bendera merah tidak dipasang sembarangan. Ia adalah simbol penantian balas dendam suci, merujuk pada tragedi Karbala pada tahun 680 M, saat Imam Husain bin Ali — cucu Nabi Muhammad SAW — bersama keluarga dan pengikutnya dibantai oleh pasukan Bani Umayyah pimpinan Yazid bin Muawiyah.

Tragedi itu menjadi pusat spiritualitas Syiah. Imam Husain dianggap lambang keadilan yang terinjak, dan darahnya dipercaya belum dibalas. Maka, setiap pengibaran bendera merah mengandung pesan bahwa perjuangan belum berakhir.

img_title Parah! 72 Ribuan Orang Tewas Akibat Agresi Zionis Israel di Jalur Gaza

Biasanya untuk Asyura, Kini untuk Pesan Perlawanan

Secara tradisional, bendera merah dikibarkan di atas makam Imam Husain di Karbala, Irak, menjelang bulan Muharram. Lalu saat peringatan Asyura, bendera itu diganti menjadi hitam sebagai bentuk duka.

Namun, ketika bendera ini dikibarkan di luar momen keagamaan—seperti yang terjadi pada 2020 setelah pembunuhan Jenderal Qassem Soleimani, atau sekarang menyusul serangan Israel—hal itu menjadi sinyal simbolik kesiapan perang. Ini bukan hanya ekspresi duka, tapi juga panggilan jihad dan perlawanan terhadap pihak yang dianggap menzalimi.

Tak bisa dimungkiri, pengibaran bendera merah kini memiliki dua sisi: spiritual dan strategis. Secara religius, ia membangkitkan emosi kolektif umat Syiah untuk tidak melupakan darah para martir. Sementara secara geopolitik, ia berfungsi sebagai alat komunikasi visual—pernyataan kepada musuh: “Kami siap membalas.”

Dalam konteks memanasnya konflik antara Iran dan Israel, simbol-simbol seperti ini menjadi bagian dari perang psikologis dan narasi militer. Tanpa perlu satu peluru pun ditembakkan, pesan itu sudah cukup untuk membakar semangat loyalis dan membuat lawan berhitung dua kali.

Halaman Selanjutnya
img_title