Ratusan Jemaah Ikuti Baiatan Thariqah Syadziliyah di Trenggalek
- Viva Jatim/Madchan Jazuli
Trenggalek, VIVA Jatim – Rangkaian Haul Akbar Masyayikh Pondok Pesantren Darussalam Jajar, Sumbergayam, Durenan, Trenggalek berlangsung khidmat. Baiatan Thariqah Syadziliyah menjadi penutup seluruh rangkaian dengan diikuti oleh ratusan jamaah dari dalam dan luar daerah.
Pengasuh Pondok Pesantren Darussalam Jajar, KH Afiffudin Yunus mengungkapkan ini termasuk baiatan thariqah yang ke-17 sejak awal Almarhum KH Muhaiminan Gunardo dari Parakan Temanggung Jawa Tengah.
"Lalu diteruskan putranya KH Haidar Muhaiminan, setelah itu diteruskan oleh putranya lagi Gus Rikza. Alhamdulillah hari ini banyak penambahan jamaah baru hampir. sekitar 350 jamaah (baru) setiap tahun bertambah," terang KH Afifuddin Yunus, Minggu, 20 Juli 2025.
Gus Afif menaruh harapan dengan adanya baiatan ini semoga semakin baik. Lalu, para jamaah semakin istiqamah, tidak hanya baik di pribadi sendiri namun juga menyebar ke lingkungan.
"Bisa semakin baik menyebar bisa ke keluarga dan saudaranya tetangganya syukur bagi sekaligus menjadi uswah atau panutan bagi masyarakat sekitarnya," tambahnya.
Alumnus Pondok Pesantren Lirboyo Kediri ini juga mengatakan bahwa thariqah sebagai jalan mendekatkan kepada Sang Pencipta. Sekaligus sebagai cara lebih menghormati kepada sesama ciptaan Allah SWT.
"Thariqah tidak hanya menjadi rutinitas wiridan tetapi juga menjadi kepribadian bagi dirinya sendiri menjadi lebih memanusiakan manusia," tandas putra KH Muhammad Yunus ini.
Senada, Ketua Pelaksana Haul dan Baiatan Thariqah, Muhsam Baidhowi menerangkan rangkaian acara dimulai pada Hari Jum'at dengan Sema'an Al-Qur'an. Lalu, dilanjutkan dengan Bahsul Masa'il dan puncak acara haul pada malam hari Ahad mauidhoh hasanah oleh KH Khasanun dari Ponorogo.
"Alhamdulillah mulai haul tadi malam itu jamaah yang hadir sekitar 2000 jamaah dan Pada hari ini baiatan thariqah peserta baru sekitar 350 jamaah keseluruhan sekitar 2.600 jamaah. Alhamdulillah berjalan dengan lancar dan kondusif," ujar Muhsam Baidhowi,
Muhsam menerangkan mayoritas jamaah tidak hanya dari wilayah Trenggalek saja. Namun dari tetangga kabupaten hingga luar Jawa Timur yang juga sebagai santri Pondok Jajar Trenggalek.
"Kebanyakan didominasi dari wilayah Trenggalek dan sebagian dari Tulungagung Blitar dan ada juga dari Jawa Tengah," bebernya.