Beredar Isu Mafia Kabel di Mojokerto, Begini Penjelasan PT Telkom
- M. Lutfi Hermansyah
Mojokerto, VIVA Jatim-Beredar isu aktivitas penggalian kabel tembaga di Jalan Raya Pacet, Mojokerto dikerjakan oleh mafia. Isu tersebut beredar melalui media sosial beberapa hari terakhir.
Tuduhan itu mencuat setelah diunggah akun TikTok @gak_viral_gak_asik86. Akun tersebut mengunggah tangkapan layar berita bejudul ‘Diduga Ada Sekelompok Mafia Kabel Tekom Beraksi Dini Hari di Jalan Raya Pacet'.
Pengawas Lapangan PT Telkom Regional 3, Prasetyo Widodo membantah tuduhan tersebut.
“Itu resmi bukan liar, ada kontraknya. Sudah saya cek masuk dikontrak. Jadi kalau dikatakan liar itu salah,” ujarnya kepada wartawan, Jumat, 15 Agustus 2025.
Ia menjelaskan, proyek penggalian untuk pelolosan kabel tembaga yang sudah tidak terpakai itu dikerjakan oleh PT Putri Ratu Mandiri (PRM). Kontraknya mulai 21 September 2024 sampai 31 Desember 2025 di wilayah regional 3 meliputi Jateng, Jatim, Bali dan Nusa Tenggara bertugas mengawasi pekerjaan tersebut.
"Itu kabel di dalam tanah sudah lama, saat telepon rumah menjadi pilihan utama dalam komunikasi jarak jauh sekitar era 1990an, sampai mulai digelar FO (kabel fiber optic) sehingga kabel tembaga tidak makanya dijual," ungkap Prasetyo.
Prasetyo memastikan tim pengawas dari PT Telkom selalu diterjunkan setiap PT PRM melakukan penggalian. Selain itu, juga dibuatkan berita acara (BA) hasil panggalian. BA ini nanti menjadi acuan PT PRM membayar ke PT Telkom.
“Ada pangawas dari Telkom. Kalau tidak ada pasti ilegal. Juga ada surat izin masuk lokasi (Simlok) dari kami,” tandasnya.
Sementara itu, Koordinator Pelaksana Lapangan PT PRM, Sholahudin Al Ayubi menyampaikan, perusahaannya mempunyai kontrak kerja penggalian kabel Telkom di regional 3 dan 5. Regional 5 mencakup seluruh wilayah Indonesia timur.
Saat ini, penggalian kabel Telkom di Jatim berlangsung di Mojokerto, Malang, Batu, Pasuruan dan Jember.
“Di Mojokerto saat ini berdasarkan nota dinas, (penggalian kabel) di sekitar 30 ruas jalan. Tugas kami penggalian untuk mengambil kabel Telkom," ungkapnya.
Ia menerangkan, kabel Telkom akan dikuliti setelah dilakukan panggalian. Kemudian, dijual berupa tembaga untuk didaur ulang. Jumlah pekerja yang dikerahkan bervariasi tergantung tingkat kesulitan medan penggalian, yakni 20-40 orang.