Kader Inti Pemuda Anti Narkoba Gresik Jalankan Program SCARFS di 10 Lokasi
- Tofan Bram Kumara
Gresik, VIVA Jatim-Kader Inti Pemuda Anti Narkoba (Kipan) Kabupaten Gresik melaksanakan program Diseminasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) melalui program unggulan bernama SCARFS (School and Communities Caring for Drugs Abuser and HIV AIDS).
Kegiatan Diseminasi P4GN melalui program SCARFS ini dilaksanakan di 10 lokasi, masing-masing di SMAN 1 Wringinanom, SMAN 1 Driyorejo, SMAN 1 Dukun, SMAN 1 Balongpanggang, MAN 1 Gresik, MAN 2 Gresik, SMA Muhammadiyah 1 Gresik dan SMK YPI Darussalam 1 Cerme.
Sedangkan dua Desa tersebut yakni Desa Glindah, Kecamatan Kedamean dan Desa Tumapel, Kecamatan Duduksampeyan.
Koordinator Kader Inti Pemuda Anti Narkoba (KIPAN) Gresik,Tri Juli Yansyah mengatakan fokus utama membentuk agen perang narkoba menyasar delapan sekolah dan dua Desa di wilayah Gresik. Target utama dari program SCARFS ini adalah terbentuknya kelompok Pemuda Anti Narkoba di tingkat sekolah dan Desa.
"Kelompok ini diharapkan menjadi agen terdepan dalam memerangi narkoba, sekaligus berperan sebagai pelopor dan pelapor anti narkoba di lingkungannya masing-masing," katanya saat memberikan materi di Desa Tumapel, Jumat, 28 November 2025.
Berikutnya, langkah strategis ini diambil guna mewujudkan cita-cita bersama, yaitu Gresik bersih narkoba, melalui penguatan di lingkungan pendidikan dan komunitas Desa.
Kolaborasi Lintas Sektor sebagai Kunci Sukses Program Diseminasi P4GN dan SCARFS ini tidak berjalan sendiri. KIPAN menggandeng sejumlah pihak dalam kolaborasi lintas sektor yang kuat, yaitu DPRD Kabupaten Gresik Sebagai mitra legislatif dan pengawas.
"Kemudian Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Parekadbudpora), BNNK Gresik, PC IPNU IPPNU Gresik sebagai organisasi kepemudaan yang turut serta menggerakkan pemuda di tingkat pelajar dan Desa," kata Tri Juli Yansyah.
Ia menambahkan keberhasilan pelaksanaan program Diseminasi P4GN dan SCARFS yang dilakukan oleh Kader KIPAN Gresik diharapkan tidak berhenti sampai di situ, harapannya agar kegiatan ini dapat berkelanjutan dan memiliki dampak jangka panjang.
"Oleh karenanya, kami bentuk Kelompok Pemuda Anti Narkoba (KOPAN) di masing-masing sekolah dan Desa. Sinergi berbagai pihak ini menunjukkan keseriusan Pemerintah Kabupaten Gresik dan elemen pemuda dalam membentengi generasi muda dari bahaya penyalahgunaan narkoba," ungkap Tri Yuli Yansyah.