Tingkatkan Layanan Kesehatan, 8 Rumah Sakit di Gresik Dukung Transformasi Digital

Delapan rumah sakit diapresiasi BPJS Kesehatan Gresik
Sumber :
  • VIVA Jatim/Tofan Bram Kumara

Gresik, VIVA Jatim – Delapan Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) atau rumah sakit di Kabupaten Gresik mendapatkan penghargaan dari BPJS Kesehatan dinilai memiliki komitmen tinggi dalam mendukung implementasi sistem layanan kesehatan berbasis digital. 

img_title Adinkes Perkuat Kolaborasi untuk Layanan Primer yang Lebih Kuat

Kedepan rumah sakit tersebut yakni RS PKU Muhammadiyah Sekapuk, RS Wates Husada, RS Petrokimia Gresik dan RS Grha Husada. Juga ada RS Muhammadiyah Gresik, RS Surya Medika, RSU Eka Husada dan RS Petrokimia Driyorejo.

Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas upaya rumah sakit dalam meningkatkan mutu pelayanan Program JKN melalui integrasi sistem yang berkelanjutan.

img_title National Hospital Surabaya dan DBS Kerjasama Hadirkan Layanan Kesehatan Premium Nasabah

“Kami ucapkan selamat kepada delapan rumahsakit ini. Terima kasih atas komitmennya dalam melaksanakan transformasi digital,” ujar Kepala BPJS Kesehatan Cabang Gresik, Janoe Tegoeh Prasetijo, Jumat, 19 Desember 2025.

Janoe menerangkan integrasi sistem digital bukan hanya tuntutan teknologi, tetapi juga bentuk komitmen FKRTL dalam memberikan pelayanan yang lebih tertib dan akuntabel. 

img_title RS Premier Surabaya Berkomitmen Terus Tingkatkan Kualitas Layanan Kesehatan kepada Pasien

Selain itu, transformasi digital merupakan kunci utama dalam menciptakan pelayanan kesehatan yang efektif, transparan, dan berorientasi pada kenyamanan peserta JKN.

“Dalam transformasi digital, selain layanan antrian online, terdapat integrasi sistem klaim, penerapan elektronik Surat Eligibilitas Peserta (E-SEP), serta penggunaan finger print/ Frista yang juga menjadi indikator penting dalam penilaian transformasi digital FKRTL," ucapnya.

Dengan penerapan sistem tersebut sehingga mampu mempercepat alur pelayanan, meningkatkan akurasi data, serta meminimalkan potensi kendala administratif yang dapat berdampak pada peserta JKN sehingga meningkatkan kepastian layanan.  

"Sementara fasilitas kesehatan dapat mengelola administrasi secara lebih tertib dan terukur,” ungkap Janoe.

Sementara itu, Direktur Utama Wates Husada, dr Titin Ekkwati mengatakan penghargaan Transformasi Digital FKRTL tersebut menjadi motivasi bagi pihaknya untuk terus meningkatkan kualitas layanan melalui pemanfaatan teknologi informasi yang terintegrasi.

Ke depan, kami berkomitmen untuk terus mendukung kebijakan transformasi digital BPJS Kesehatan agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh peserta JKN

“Dengan sistem digital yang terintegrasi, proses pelayanan menjadi lebih tertib dan efisien. Data layanan dapat dipantau secara real time, sehingga membantu kami meminimalkan antrian dan kendala administratif yang berpotensi menghambat pelayanan kepada peserta JKN,”ujarnya.

Halaman Selanjutnya
img_title