PDIP Gresik Tancap Gas Hadapi 2029, Milenial dan Gen Z Masuk Garda Depan

Pelantikan PAC PDIP Gresik periode 2026-2031
Sumber :
  • VIVA Jatim/Tofan

Gresik, VIVA Jatim – PDI Perjuangan Kabupaten Gresik mulai memanaskan mesin politik menghadapi Pemilu 2029. Salah satu langkah yang dilakukan yakni melantik serentak pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) di 18 kecamatan se-Kabupaten Gresik, Sabtu, 23 Mei 2026.

img_title Ratusan Kader Perempuan PDI Perjuangan Gresik Peringati Haul Bung Karno ke-56

Pelantikan tersebut menjadi sinyal konsolidasi besar partai berlambang banteng moncong putih itu untuk memperkuat basis politik hingga tingkat akar rumput, sekaligus membuka ruang lebih luas bagi generasi muda.

Ketua DPC PDIP Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan, penguatan soliditas internal menjadi kunci utama partai menghadapi dinamika politik ke depan.

img_title PDIP Jawa Timur Salurkan Ratusan Ekor Sapi untuk Kurban Idul Adha

“Kita kumpulkan seluruh pengurus PAC agar saling mengenal dan membangun hubungan yang harmonis, kompak, serta solid. Politik tidak bisa dijalankan sendiri-sendiri,” ujarnya.

Menurut pria yang juga menjabat Bupati Gresik itu, perpaduan kader senior dan anak muda menjadi energi baru partai dalam menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berubah.

img_title Daerah Pemilihan 2029 di Lamongan Berpotensi Berubah Pasca Putusan MK

Ia menilai masyarakat saat ini membutuhkan solusi konkret di tengah situasi ekonomi dan sosial yang penuh ketidakpastian.

“Partai harus hadir memberi solusi langsung kepada masyarakat. Setelah ini kami juga akan turun bersilaturahmi ke PAC dan daerah pemilihan masing-masing,” kata pria yang akrab disapa Gus Yani itu.

Sementara itu, Sekretaris DPD PDIP Jawa Timur Deni Wicaksono menegaskan seluruh pengurus PAC yang baru dilantik wajib menunjukkan kinerja nyata.

Menurutnya, struktur partai tidak hanya menjadi formalitas organisasi, tetapi harus aktif menjalankan tugas politik di tengah masyarakat.

“Minimal enam bulan akan kami evaluasi. Apakah pengurus PAC mampu menjalankan tugas dan tanggung jawab organisasi atau tidak,” tegas Deni.

Ia menyebut tantangan politik menuju Pemilu 2029 akan semakin kompleks karena dominasi pemilih muda, khususnya generasi milenial dan Gen Z.

“Sekitar 58 persen pemilih nanti berasal dari milenial dan Gen Z. Mereka punya pola pikir, budaya, dan bahasa yang berbeda,” ujarnya.

Deni menilai partai politik tidak bisa lagi menggunakan pendekatan lama jika ingin tetap relevan di mata anak muda.

“Mereka akrab dengan istilah seperti FOMO, kalcer, dan tren digital lainnya. Kalau kita tidak memahami dunia mereka, bagaimana mereka bisa tertarik dengan PDIP,” katanya.

Halaman Selanjutnya
img_title