Tetap Santai Meski Kepergok Warga, Begini Modus Sindikat Pencuri Kabel PLN di Mojokerto
- M Lutfi Hermansyah/Viva Jatim
Mojokerto, VIVA Jatim –Polresta Mojokerto berhasil menangkap sindikat pencuri kabel gardu PLN 42 TKP di Mojokerto. Akibat ulah sidikat ini, suplai listrik untuk warga terganggu.
Sindikat ini beranggotakan 4 orang tersangka. Yakni, YN (37) warga Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Serang, Banten, RR (26) warga Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, Banten, SM (30) warga Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon, Banten, serta I (37) warga Kecamatan Galis, Bangkalan.
Diketahui, tersangka SM merupakan residivis kasus pencurian dongkrak pada tahun 2018. Ia dibui di Lapas Cilegon selama 6 tahun.
Polisi mengungkap sindikat ini dalam kurun waktu tiga bulan, Mei hingga Juli 2023 berhasil menggasak kabel tembaga milik PLN di Mojokerto yang berfungsi menghubungakan transformator distribusi dengan papan hubung bagi tegangan rendah (PHB TR) di gardu PLN.
Selain di Mojokerto, mereka juga puluhan kali beraksi di daerah lain wilayah Jatim. Antara lain, Jombang, Gresik, Lamongan, Madura, dan Krian.
Kapolresta Mojokerto AKBP Wiwit Adisatria mengatakan, setiap kali beraksi berjalan sangat mulus meski mereka tidak ada yang pernah bekerja di PLN. Namun, satu di antara mereka sudah terlatih dan tergolong spesialis pencurian kabel PLN.
“Dalam menjalankan aksinya modus yang digunakan para pelaku ialah mendatangi gardu trafo PLN di tempat yang cenderung jauh dari pemukiman warga. Pelaku memotong kabel listrik dari gardu trafo menggunakan gunting besi beton yang dibalut solasi,” terangnya.
Mereka nekat memanjat gardu dan memotong kabel tanpa mengenakan pelindung. Bahkan mereka hanya menggunakan alas kaki berupa sandal. Padahal kondisi gardu trafo betegangan 220 volt.
Menurut Wiwit, satu gardu itu terdapat kabel tembaga ukuran 150 milimeter dengan panjang 9 meter. Setelah berhasil, kabel dipotong menjadi ukuran kecil sekitar 70-80 sentimeter.
"Pelaku mencuri kabel gardu trafo PLN panjangnya sekitar 9 meter dan mengambil tembaga dari kabel tersebut untuk dijual," ujar Wiwit Saat konferensi pers di Aula Mapolreta Mojokerto, Rabu, 5 Juli 2023.
Pada saat beraksi, mereka pernah kepergok warga. Namun tidak panik dan kabur. Malahan mereka santai sambil meneruskan aksinya.
"Orang awam mengira tidak mungkin kalau orang tidak mengerti listrik berada di Gardu. Jadi warga nggak curiga, kalau ketemu warga ya mereka mengaku petugas," terang Wiwit.