Pemuda Buddha Surabaya Gelar Kajian Lintas Iman, Bahas Korelasi Moderasi Beragama dan Ajaran Agama

Pemuda Buddha Surabaya Gelar Kajian Lintas Iman
Sumber :
  • Nur Faishal/Viva Jatim

Bagi dirinya yang merupakan Kristen Unitarian berpandangan bahwa Allah itu benar-benar satu. Kalau hanya ada satu Allah yang disembah semua oleh semua manusia, tentu saja keselamatan itu tidak hanya dimiliki oleh salah satu institusi agama tertentu. 

img_title Sanghadana Waisak Terbesar Se Indonesia di Vesak Festival, Donasi Terkumpul Ratusan Juta

“Kalau itu sudah diperbaiki, maka kita dengan orang lain hanya berbeda baju saja, tapi intinya kita sama-sama menyembah pada Allah yang satu,” tegasnya. 

Sementara itu, tokoh agama Hindu KA. Widiantara, Ketua Acarya Media Nusantara mencermati bahwa apa yang dipaparkan oleh Bhikku dan Pendeta itu nilai-nilai dan saripatinya sebenarnya hampir mirip secara substansinya, meskipun istilahnya berbeda. 

img_title Gambaran Bikkhu Sebenarnya di Film Hakiki Disuguhkan di Vesak Festival Surabaya

“Jadi, nilai-nilai yang disampaikan dari agama masing-masing sebenarnya sebelah dua belas substansinya, meskipun istilahnya berbeda,” katanya. 

Ia juga menjelaskan moderasi beragama dari versi agama Hindu. Menurutnya, di Hindu itu ada istilah titik harmoni. Bahkan, di Hindu itu ada konsep Tri Hita Karana yang merupakan konsep atau ajaran dalam agama Hindu yang selalu menitikberatkan bagaimana antara sesama bisa hidup berdampingan, saling bertegur sapa satu dengan yang lain, tidak ada riak-riak kebencian, penuh toleransi dan penuh rasa damai. 

img_title Saat Umat Buddha Ikuti Tradisi Pindapatta di Vesak Festival

“Tri Hita Karana inilah yang menyebabkan kita hidup di dunia ini harmonis tanpa melihat latar belakangnya. Tri Hita Karana itu adalah Parahyangan, Pawongan, dan Palemahan. Jadi, di ajaran kami diajarkan bahwa semua makhluk hidup itu semuanya bersaudara. Titik toleransinya ada di sana,” katanya. 

Ketua Young Buddhist Association Indonesia, Limanyono Tanto, selaku penyelenggara acara ini bersyukur karena acara ini berjalan dengan lancar. Ia juga memastikan bahwa YBAI itu terbuka, inklusif dan rendah hati untuk mendukung segala aktivitas yang berformat moderasi beragama.

“Karena dengan moderasi beragama inilah kita mampu menyebarkan ajaran agama Buddha serta memperkokoh silaturahmi dengan saudara-saudari kita antar umat bergama di Indonesia,” ungkapnya.