Telegram Jadi Surga Para Hacker, Benarkah?

Ilustrasi hacker Bjorka.
Sumber :
  • Viva.co.id

Sayang, komitmennya yang kuat terhadap privasi telah dimanfaatkan oleh penjahat dunia maya untuk melindungi aktivitas terlarang.

img_title Foto Anies-Cak Imin Nongol di IG Kebun Binatang Surabaya, Ternyata Ulah Peretas

Daya pikat anonimitas yang disediakan oleh Telegram telah menciptakan dunia bawah tanah yang berkembang dari saluran peretasan. 

Saluran ini berfungsi sebagai titik temu bagi peretas dari semua tingkat keahlian, dari pemula hingga profesional berpengalaman, untuk bertukar pengetahuan, alat, dan data yang dicuri.

img_title Tidak hanya Bersosmed dan Ojek Online, Pengguna Aplikasi ViuiT bisa Mendapat Cuan

Saluran peretasan Telegram sering berfungsi sebagai pasar untuk data yang dicuri. Pengguna dapat memperdagangkan, menjual, atau membeli kumpulan data yang berisi informasi pribadi sensitif seperti detail kartu kredit, kredensial email, dan lainnya. 

Penjualan data semacam itu tidak hanya menyebabkan kerugian finansial langsung bagi individu dan bisnis, tetapi juga memicu pencurian dan penipuan identitas.

img_title Jebol Data Kartu Kredit Warga Jepang,  Hacker di Mojokerto Dituntut 3 Tahun 6 Bulan Bui 

Channel ini mendistribusikan alat peretasan dan perangkat lunak berbahaya. Dari kit phishing dasar hingga ransomware canggih yang kadang dibagikan secara gratis atau dijual di antara anggota.