Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Catat 200 Juta Jam Kerja Selamat

Aktivitas pengeboran pegawai Pertamina
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, VIVA Jatim-Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina mencatat lebih dari 200 juta safe man hours selama periode tahun 2024 hingga 6 Maret 2025. Pencapaian ini merupakan bentuk komitmen terhadap aspek keselamatan kerja sebagai salah satu indikator penting dalam pengukuran kinerja keberlanjutan ESG (Environmental, Social & Governance).

Masyarakat Kini Bisa Laporkan Langsung Kejanggalan Kualitas BBM ke Dirut Pertamina

Capaian ini juga mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau Sustainable Development Goals (SDGs) no. 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi yakni melindungi hak-hak tenaga kerja dan mempromosikan lingkungan kerja yang aman dan terjamin.

Direktur Regional Indonesia Timur Muhamad Arifin mengatakan pencapaian tersebut menunjukkan semua pihak telah bekerja keras untuk mengutamakan aspek HSSE dan keberlanjutan. Termasuk berperan aktif dalam mitigasi risiko dengan menempatkan HSSE sebagai pilar utama di tengah upaya melakukan peningkatan cadangan migas melalui aktivitas pengeboran dan penambahan wilayah kerja baru.

Pemda Dinilai Punya Peran Sangat Penting dalam Pembangunan Jargas Rumah Tangga

"Saya sangat bangga atas pencapaian ini dan berharap dapat menjadi motivasi bagi seluruh pekerja untuk lebih peduli terhadap aspek HSSE, baik untuk diri sendiri, keluarga, rekan kerja, aset perusahaan, maupun lingkungan sekitar," ujarnya dalam keterangan resminya, Minggu, 23 Maret 2025.

Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh pekerja yang telah bekerja dengan aman. Ia meyakini pencapaian positif ini dapat terus dipertahankan. Perusahaan juga akan terus melakukan perbaikan untuk memastikan adanya continuous improvement dalam kinerja ke depannya.

Penjualan Pertamax di Jatimbalinus Stabil Meski Warga Surabaya Pilih SPBU Non Pertamina

Arifin mengatakan sepanjang 2024 dan awal 2025 dilakukan beberapa aktivitas pengeboran di antaranya East Wolai (EWO)-001, West Wolai (WWO)-001, Julang Emas (JLE), Yaki Emas, serta Tedong (TDG)-001 di Sulawesi.

Sedangkan di Papua Buah Merah (BMR)-001 dan North East Markisa (NEM)-001. Regional Indonesia Timur juga mendapatkan penambahan wilayah kerja baru seperti PHE Masela, PHE North Ketapang, PHE North East Java dan WK Melati.

Lebih lanjut, Arifin mengatakan bahwa jam kerja selamat ini diperoleh dari seluruh wilayah kerja di Regional Indonesia Timur mulai dari Zona 11 dan Zona 12 di area Jawa Timur, Zona 13 di Sulawesi dan Zona 14 di Papua.

"Komitmen atas upaya menjaga aspek HSSE di lingkungan Regional Indonesia Timur ini juga ditandai dengan pencapaian apresiasi dan penghargaan dari internal dan eksternal perusahaan, di antaranya Patra Nirbhaya Karya Utama Adinugraha, Patra Karya Raksa Tama, Subroto Award dari Kementerian ESDM; Zero Accident dari Kementerian Tenaga Kerja; Patra Adikriya Bhumi dari Pertamina," tuturnya.

Komisaris Utama PEPC, Taufan Hunneman menekankan pentingnya peningkatan kapasitas personel agar keselamatan dan kesehatan di lingkungan kerja selalu terjaga.

“Budaya HSSE sangat penting untuk ditingkatkan. Saya percaya faktor sumber daya manusia memegang peranan penting, sehingga harus ada sinergi yang kuat antara HSSE dan HR untuk meningkatkan skill dan pengetahuan personel,” kata Taufan.

Sementara itu, Senior Manager HSSE, Vendy Hendrawan, menegaskan bahwa setiap perwira di Regional Indonesia Timur berkomitmen untuk mencapai Zero Incident dan menjadikan HSSE sebagai nilai utama dalam setiap kegiatan migas yang berisiko tinggi.

Ia mengungkapkan berbagai langkah telah diambil untuk memperkuat budaya HSSE, antara lain melalui penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Keamanan serta Lindungan Lingkungan (K3LL), Risk Management dan Corporate Life Saving Rules (CLSR).

Kemudian Contractor Safety Management System (CSMS), Process Safety & Asset Integrity Management System (PSAIMS), Sistem Izin Kerja Selamat (SIKA), Fit to Work, Wellness Program dan Human & Organizational Performance (HOP) di lingkungan kerja.

Menurut Vendy setiap pekerja dan mitra kerja di Regional Indonesia Timur wajib memiliki kewajiban untuk terus menjunjung tinggi HSSE Golden Rules Pertamina yaitu Patuh, Intervensi, dan Peduli sebagai pedoman dalam menjalankan tugas sehari-hari.

Pencapaian ini, katanya, tidak hanya mencerminkan dedikasi perusahaan terhadap operational excellence, tetapi juga sejalan dengan upaya perusahaan dalam mendukung keberlanjutan dan memperkuat reputasi sebagai perusahaan yang bertanggung jawab terhadap aspek HSSE.

"Semoga pencapaian ini menjadi semangat untuk terus meningkatkan kinerja, menjaga keselamatan, dan mewujudkan lingkungan kerja yang lebih baik di masa mendatang," pungkasnya.