5 Perkataan Gus Dur soal Jabatan Seseorang yang Kini Jadi Kenyataan

KH Abdurrahman Wahid, Presiden RI Ke-4
Sumber :
  • Istimewa

Surabaya, VIVA Jatim – Masyarakat tentu kenal semua dengan kiprah hidup Presiden RI ke-4, KH Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur. Sosok kiai kharismatik ini tidak hanya memiliki kedalaman ilmu, melainkan juga humoris dan selalu membuat orang tertawa. 

Open house nampak digelar di Kompleks Istana Kepresidenan dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah pada Sabtu, 21

Selain itu, pria yang dijuluki sebagai Bapak Pluralisme ini juga kerap melontarkan pernyataan yang dianggap nyeleneh. Meski nyeleneh, sejumlah perkataan yang beliau ucap di masa lalu, banyak yang menjadi kenyataan.

Lantaran hal itu, banyak orang yang kini beranggapan bahwa Gus Dur memiliki kemampuan meramal masa depan.

Shinta Nuriyah Ajak Rawat Kebhinekaan dan Solidaritas Kemanusiaan di Buka Puasa Lintas Agama Sidoarjo

Berikut, 5 perkataan Gus dur yang kini jadi kenyataan, dikutip dari VIVA, Rabu, 30 Oktober 2024. 

1. Ahok Jadi Gubernur

Humor Gus Dur: Ajudan Bill Clinton Bingung di Jakarta Gara-Gara Ho-Oh

Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengatakan bahwa mendiang Gus Dur pernah meramalnya akan menjadi Gubernur.

“Yang pertama mimpi Ahok jadi gubernur itu Gus Dur, tetapi dia membayangkannya hanya jadi gubernur di (Bangka) Belitung, bukan Jakarta,” kata Ahok di Balai Kota pada 23 Oktober 2015 silam.

Ahok resmi menjadi Gubernur DKI Jakarta pada 19 November 2014. Dia maju menjadi orang nomor 1 di Ibu Kota setelah Jokowi terpilih menjadi Presiden.

2. Gus Dur Jadi Presiden

Pada Muktamar ke-29 NU tahun 1994 di Pesantren Cipasung, Tasikmalaya, hubungan antara Gus Dur dan Presiden Soeharto sedang memanas. Soeharto tidak menyukai Gus Dur karena sering melontarkan kritik dan menentang pemerintahan.

Akibatnya, ketika acara pembukaan Muktamar berlangsung, Gus Dur tidak diizinkan duduk di samping Soeharto. Gus Dur ditempatkan di barisan kursi paling belakang bersama Megawati Soekarnoputri.

Setelah acara pembukaan selesai, Soeharto beristirahat di Aula STAI Cipasung ditemani Kiai Ilyas Ruchiyat, sementara Gus Dur tetap tidak diperbolehkan masuk dan hanya berdiri di halaman.

Para wartawan kemudian menghampiri Gus Dur sambil bertanya “Gus nggak boleh dekat-dekat presiden ya?”

“Ah, nggak masalah,” jawab Gus Dur santai.

“Nggak masalah gimana gus,” tanya para wartawan lagi.

“Daripada mikir pengen dekat-dekat presiden, lebih baik jadi presiden sekalian nanti,” celetuk Gus Dur.

Lima tahun berlalu, atau tepatnya pada 1999, Gus Dur terpilih menjadi presiden RI ke-4 secara demokratis.

Halaman Selanjutnya
img_title