Kasus Kematian Bayi di Tulungagung: Polisi Cocokkan Ayah Biologisnya

Proses olah TKP Tim Inafis Polres Tulungagung.
Sumber :
  • Madchan Jazuli/Viva Jatim

Tulungagung, VIVA Jatim –Kasus meninggalnya seorang bayi perempuan yang ditemukan di kamar mandi milik ibu FS (18), warga Desa Pecuk, Kecamatan Pakel, Kabupaten Tulungagung, terus berlanjut. Polres Tulungagung kini tengah menyelidiki dan mencocokkan identitas ayah biologis bayi yang diduga meninggal akibat kekerasan.

Hendak Mudik, Mahasiswi Malang Asal Trenggalek Tewas Tertabrak Bus di Tulungagung

Kasatreskrim Polres Tulungagung AKP Ryo Pradana Novantri Elesdela Widiyanto melalui Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Tulungagung Inspektur Polisi Satu Nursaid menerangkan bahwa autopsi jasad bayi perempuan menunjukkan bayi lahir dalam keadaan hidup. Terdapat beberapa luka lebam hingga bekas kuku seseorang.

Sementara, pihaknya sudah memeriksa sang ibu yang sudah lama keluar dari RSUD dr Iskak Tulungagung. Sang ibu bersikukuh tidak melakukan apapun kepada sang bayi hingga meninggal.

Rampcheck Angkutan Lebaran 2025 di Terminal Gayatri: Ada Sopir Positif Ampetamin

"Sudah diperiksa semua, keterangan seperti itu masih dalam lidik. Ayah biologisnya itu masih menunggu dari keterangan pihak-pihak terkait, karena masalahnya belum ada sinkronisasi," ujar Iptu Nursaid, Rabu, 11 Desember 2024.

Ditanya akan ikut membidik ayah biologis, Polres Tulungagung mengaku sudah ada indikasi nama, namun masih dalam proses.

3 Polsek Berdiri di Tanah Warga-PT KAI, Kapolres Tulungagung Bakal Cari Solusi

Sang ibu, FS sendiri sudah menyebutkan nama, cuma yang menjadi kendala mencocokkan waktu tersebut sementara belum bisa. Termasuk ingatan sang ibu dengan kelahiran sang bayi belum cocok.

"(Menyebut ayah biologis) Nah maka dari itu masih belum ada sinkronisasi. Andai kata kalau lahir bayi 9 bulan ini belum ada sinkronisasi," tegasnya kembali.

Halaman Selanjutnya
img_title