Babe Bambang Ajukan Gugatan Pembatalan Kepemilikan Merek Minyak Kutus Kutus, Kini Jadi Sanga Sanga
- Rahmat Fajar
"Jadi apa yang saya buat bukan sesuatu yang baru, mewah. Ini hanya mewariskan tradisi Indonesia atau tradisi Jawa," kata Babe Bambang.
Babe Bambang menambahkan di awal pembuatan minyak masih belum ada namanya karena waktu itu tidak ada niatan untuk menjualnya. Minyak tersebut hanya diperuntukkan dirinya sendiri untuk mengobati kelumpuhannya. Dan hampir semua bahan untuk membuat minyak tersebut tersedia di sekitar rumahnya yang terpencil di Bali.
Minyak buatannya tersebut kemudian selalu diberikan kepada teman-temannya yang datang. Dan minyak tersebut, kata Babe Bambang, mempunyai manfaat untuk kesehatan mereka. Sehingga mereka menyarankan kepada Babe Bambang agar menjualnya.
Babe Bambang lalu mulai mempertimbangkan dorongan teman-temannya agar menjual minyak racikannya. Namun Babe Bambang waktu itu membutuhkan waktu menemukan nama merek produk tersebut.
Melalui kebiasaannya melakukan mandi di laut dan gunung di Tampaksiring, Babe Bambang menemukan ide nama Minyak Kutus Kutus tersebut. Hal itu terjadi usai Babe Bambang mandi di Tampaksiring.
"Begitu saya turun ada yang nepuk bahu dan lucunya dia pakai bahasa Jawa halus. Terus minyaknya segera dibuat dan kasih nama Kutus Kutus," katanya.