Bupati Mojokerto Targetkan Produksi Padi 319.821 Ton pada 2025

Bupati Mojokerto Muhammad Albarra saat panen raya padi
Sumber :
  • VIVA Jatim/M Lutfi Hermansyah

Mojokerto, VIVA Jatim – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto terus menggenjot produksi padi. Bupati Mojokerto Muhammad Albarra menargetkan produksi padi mencapai 319.821 ton pada tahun 2025. 

img_title Ratusan Emak-emak Sidoarjo Turun ke Pendopo Minta MBG Jangan Dihentikan

Hal tersebut sampaikan Gus Barra, sapaan karibnya, saat panen raya bersama petani di Desa Kalen, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, Senin, 7 April 2025. 

Gus Barra dengan bangga menyampaikan bahwa produksi di Kabupaten Mojokerto mengalami peningkatan dalam dua tahun terakhir. 

img_title Empat Bulan Diluncurkan, Aplikasi Amawabumi Tarik Minat Puluhan Penyewa Aset Pemkab Mojokerto

Pada tahun 2023, produksi padi mencapai 315.200 ton. Sedangkan tahun 2024 naik menjadi 318.065 ton. 

"Kami optimis target 319.821 ton pada tahun ini dapat tercapai berkat kerja keras petani dan dukungan dari berbagai pihak," kata Gus Barra.

img_title Pemkab Mojokerto Luncurkan Tangguh Rek, Aplikasi Mojo Mandala Jadi Andalan Mitigasi Bencana

Panen raya ini di Kabupaten Mojokerto ini merupakan rangkaian dari kegiatan Panen Raya Serentak 14 Provinsi bersama Presiden Prabowo Subianto. Gus Barra bersama Forkopimda mengikuti secara daring melalui zoom meeting.

Gus Barra menambahkan, potensi luas panen padi di Kabupaten Mojokerto mencapai 9.000 Hektare (Ha). Hingga 5 April 2025 ini, telah mencapai 817 Hektare dengan produksi 1.945.778 gabah kering giling (GKG). GKG itu pun telah diserap oleh Bulog. 

Dengan capaian ini, ia optimis Kabupaten Mojokerto dapat menjadi contoh bagi daerah lain. “Kami ingin menjadi pionir dalam pengelolaan pertanian yang berkelanjutan dan inovatif, sehingga dapat berkontribusi dalam mewujudkan kemandirian pangan di Indonesia," tuturnya. 

Gus Barra berkomitmen akan mengalokasikan dana desa sebesar 20% untuk sektor pertanian. Juga memaksimalkan penggunaan anggaran daerah agar dapat mendukung petani lokal dan menjaga ketahanan pangan di Kabupaten Mojokerto.


"Kami ingin para petani tidak hanya merasakan manfaat dari hasil jerih payah mereka, tetapi juga melihat peningkatan kualitas hasil pertanian yang ramah lingkungan," pungkasnya. (Adv)