Komitmen dan Harapan DLU di Usia Setengah Abad
- Mokhamad Dofir
Surabaya, Viva Jatim – Dharma Lautan Utama (DLU) menandai perjalanan setengah abad kiprahnya di industri pelayaran nasional dengan menggelar tasyakuran HUT ke-50 sekaligus peresmian perluasan kantor pusat di Jalan Kanginan, Surabaya, Minggu, 16 Februari 2026.
Momentum ini menjadi refleksi perjalanan panjang perusahaan di tengah dinamika dan tekanan industri pelayaran yang kian kompleks.
Direktur Utama DLU Erwin Haricahyo Poedjono menyampaikan rasa syukur atas capaian 50 tahun perusahaan yang tetap bertahan dan berkembang. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, mitra usaha, hingga pelanggan setia yang terus menggunakan layanan DLU.
Menurut Erwin, di usia emas ini DLU berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan. Perusahaan menargetkan terciptanya operasional dengan standar zero accident di seluruh lintasan yang dilayani, seiring dengan upaya memperkuat aspek keselamatan sebagai prioritas utama.
Selain keselamatan, DLU juga menaruh perhatian pada peningkatan kenyamanan dan ketepatan waktu keberangkatan maupun kedatangan kapal. Evaluasi kinerja dilakukan secara berkala untuk menjaga on time performance tetap optimal di tengah tantangan operasional di lapangan.
Dalam jangka pendek, DLU akan memaksimalkan pelayanan pada lintasan yang telah berjalan. Sementara untuk jangka menengah dan panjang, perusahaan membuka peluang ekspansi rute baru sesuai kebutuhan masyarakat dan masukan dari sejumlah daerah yang berharap mendapat layanan DLU.
"Harapan kami kami bisa memberikan pelayanan yang lebih baik lagi daripada yang sudah kami berikan dan harapan kami pelanggan-pelanggan menjadi lebih puas lagi," ucapnya kepada wartawan.
Erwin mengungkapkan, pada 2026 DLU juga berencana menambah armada melalui program renovasi kapal yang tengah dilakukan. Penambahan ini diharapkan memperkuat konektivitas antarpulau sekaligus mendukung distribusi logistik nasional.
"Di tahun ini kita punya armada yang sedang kita lakukan renovasi untuk mempersiapkan tambahan di tahun 2026 ini dan segera nanti kita akan sampaikan," tandas dia.
Namun di balik optimisme tersebut, industri pelayaran nasional dinilai tengah menghadapi tekanan. Penasehat DLU Bambang Haryo Soekartono menyebut iklim usaha pelayaran saat ini kurang kondusif, terutama terkait beban biaya dan kebijakan yang dinilai belum sepenuhnya berpihak pada pelaku usaha.