Limbah Rendam Pemukiman Warga, PG Mojopanggung Harus Tanggungjawab

Banjir PG Mojopanggung menggenangi pemukiman warga
Sumber :
  • VIVA Jatim/Madchan Jazuli

Jatim – Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Mangkubumi menyayangkan insiden banjir yang bercampur limbah Pabrik Gula (PG) Mojopanggung ke pemukiman warga. Banjir tersebut menggenangi setidaknya 50 kepala keluarga di Desa Sidorejo Kecamatan Kauman Kabupaten Tulungagung.

img_title Gerindra Jatim Gelar Aksi Indonesia Asri Serentak di 38 Kabupaten/Kota

"Kami meminta pihak perusahaan bertanggungjawab untuk memulihkan lingkungan akibat limbah itu," ujar Juru Bicara PPLH Mangkubumi, Munif Rodaim kepada VIVA Jatim, Jumat 28 Oktober 2022.

PPLH Mangkubumi menyesalkan pihak pabrik yang sampai sekarang kurang terbuka, terutama kepada pegiat lingkungan hingga insan media. Yaitu berkaitan pengolahan limbah melalui Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) ke sungai. 

img_title Polda Jatim Tangkap 11 Orang karena Diduga Selewengkan 185 Ton Gula

"Karena kita tahu bahwa pabrik gula ini kan pabrik plat merah milik pemerintah atau BUMN. Kami sangat berharap sekali ada transparansi dari pihak DLH Tulungagung," tegasnya.

PPLH Mangkubumi, lanjut dia, meminta pihak PG Mojopanggung bertanggung jawab atas dampak buruk bagi lingkungan di Desa Sidorejo yang diakibatkan limbah.

img_title Buka Peringatan Hari Batik Nasional 2026 di Surabaya, Wamenperin : Momen Lestarikan Wastra Daerah

"Warga mengeluhkan bahwa air hitam pekat, terkadang berbau. Informasi kawan-kawan juga membuat beberapa tanaman juga mati. Karena terkena limbah dari perusahaan," tandasnya.

BACA JUGA: Banjir Limbah Resahkan Warga, Ini Respon Pabrik Gula Mojopanggung

Sebelumnya, pihak PG Mojopanggung mengakui bahwa beberapa limbah masuk ke pemukiman warga. Selain kondisi alam dengan curah hujan tinggi, banjir disebabkan karena wilayah warga berada di daerah dataran rendah. PG Mojopanggung berjanji akan mengecek lokasi dan penyumbatan-penyumbatan.

"Kalau yang dari pabrik, air jatuhan untuk pendingin alat yaitu boiler. Itu ketel kita. Insyaallah kalau air jatuhan itu aman. Kita tetap kolaborasi dengan wilayah desa termasuk lingkungan RT RW untuk mengatasi dampak bencana ini," kata Humas PG Mojopanggung, Azis Rahman.