Kapolres Mojokerto Panen Raya Jagung Hasil Pemanfaatan Lahan Tidur
- M Lutfi Hermansyah/Viva Jatim
Mojokerto, VIVA Jatim –Polres Mojokerto menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan dan mengoptimalkan lahan tidur seluas 32,8 hektare menjadi lahan produktif. Salah satu wujud nyata upaya tersebut adalah panen raya.
Kapolres Mojokerto AKBP Irham Kustarto memimpin langsung pelaksanaan penen raya jagung di Desa Kutogirang, Kecamatan Ngoro, Mojokerto, Kamis 20 Februari 2024. Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran Muspika Kecamatan Ngoro, tokoh masyarakat, serta para petani yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) setempat.
Irham mengatakan, tanah seluas 5,8 haktare itu awalnya hanya berupa lahan kosong dan kurang produktif. Bekerjasama dengan kelompok petani setempat, 3 bulan lalu lahan tersebut ditanami jagung.
Dari proses perawatan, akhirnya lahan jagung tersebut memasuki masa panen.
“Bukan polisi yang menanam. Kami hanya sebagai penggerak, yang menanam para petani dibawa Gapoktan,” kata Irham kepada wartawan usai panen raya, Kamis, 20 Februari 2025.
Ia menyampaikan, Polres Mojokerto mengelola 32,8 haktare lahan tidur yang diperkirakan mengahasilan 382 ton jagung. Sebagian besar sudah memasuki masa panen raya. Seperti di Kecamatan Jatirejo dan Pacet.
“Pasca panen, lahan akan diratakan untuk kembali ditanami jagung,” ujarnnya.
Dalam kesempatan tersebut, para petani mengeluhkan harga jual jagung saat panen raya ini terjun bebas menjadi Rp 3.500 per kilogram (kg). Hal itu membuat para petani kecewa.
Mendengar keluhan itu, Irham berharap pemerintah daerah memberikan perhatian terhadap para petani jagung agar harganya terkendali. Terutama kepada Bulog Kantor Cabang Mojokerto.
“Saya memohon permudah distribusi petani. saya memohon kepada Bulog dan pemerintah terkait ada normalisasi dan petunjuk teknis pembelian hasil jagung petani. Karena hasil petani jagung dibeli oleh perseorangan, sehingga harganya tidak terkendali,” bebernya.
Selain itu, pihaknya berkomitmen untuk mengawasi distribusi pupuk untuk para petani. Namun, ia mendorong pemda juga harus bisa mengendalikan penjualan pupuk.
“Saya pastikan akan mengawasi distribusi pupuk. Pemda melalui Bulog dan Dinas Pertanian harus hadir untuk mengendalikan penjualan pupuk. Yang paling penting, harga jual dari jagung harus segara terkendali,” pungkas Irham.