GMNI Blitar Sebut Lagu Iclik Cinta Kurang Elok, Mala Agatha Akhirnya Minta Maaf

Permohonan maaf Mala Agatha.
Sumber :
  • Tangkapan Layar @mala.agatha

Blitar, VIVA Jatim –Lagu yang dibawakan Mala Agatha dan Ica Cellow berjudul 'Iclik Blitar' menuai kontroversi. Yang awalnya sesumbar, Mala Agatha akhirnya membuat video permintaan maaf. Namun Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (GMNI) Blitar tetap melaporkan dianggap mencermari Sang Bapak Proklamator dan kurang elok.

img_title Resbob Hina Sunda dan Viking : Di-DO Kampus, Dipecat GMNI, Ditangkap Polisi

Ketua DPC GMNI Blitar, Vita Nerizza Permai menjelaskan bahwa telah melakukan aduan masyarakat ke Polres Blitar Kota. Yakni ditujukan ke production house untuk proses hukum.

"Kami kembalikan ke pihak berwajib. Kami tetap ikut alur hukumnya dulu. Lagu itu kurang elok karena bapak proklamator guru besar kami," ujar Vita Nerizza Permai, Senin, 10 Maret 2025.

img_title Mala Agatha Buat Video Sinematik saat Datangi Polres Blitar, Tuai Cibiran Nerizen

Ia mengaku setelah ini melalui mediasi terlebih dahulu. Apabila mediasi tidak berlangsung dengan baik, akan dilanjutkan ke step selanjutnya. Sehingga DPC GMNI Blitar mengikuti proses hukum yang ada.

Kendati sebelumnya Mala Agatha secara resmi meminta maaf serta sudah ada take down video. Akan tetapi, Vitta mengaku berbicara soal video klip, juga tanggung jawab production house yang mengkonsep lokasi video dimana.

img_title Lagu 'Iclik Cinta' Tuai Kontroversi, Polres Blitar Kota Lakukan Penyelidikan

"Kita lihat proses hukum kedepan seperti apa, sayanjuga ada panggilan polisi juga. Akan kami komunikasikan dulu ke polisi," imbuhnya.

Vita berharap dari pihak produksi yang memproduksi video mengkonsep segala macam bisa sedikit memberikan permohonan maaf. Setelah itu memberikan edukasi dan mengakui salah karena menyalahi aturan norma sosial, etika sosial yang ada di Kota Blitar dan masyarakat publik.

Apalagi bagi Vita, kaum nasional GMNI marksisme yang memiliki ideologi nasionalisme tinggi sedikit kurang elok. Sebab Bapak proklamator guru besar sekaligus Presiden Pertama juga disemayamkan di Blitar

"Itu sebenarnya jadi icon utama bahkan seluruh masyarakat untuk datang. Kalau ini dibiarkan takutnya video clip yang kurang sopan atau kurang mematuhi norma sosial yang ada menjadi bahan konsumsi publik," paparnya.

Sementara Mala Agatha dalam akun resminya @mala.agatha mengungkapkan atasnama pribadi perwakilan dari manajemen mohon maaf yang sebesar-besarnya. Khususnya kepada perpustakaan bung Karno dan juga masyarakat kota Blitar dan masyarakat Indonesia umumnya.

Halaman Selanjutnya
img_title