Pelecehan Seksual Dokter di Malang, Kuasa Hukum Korban Lapor Polisi

Ilustrasi pelecehan seksual
Sumber :
  • Istimewa

Malang, VIVA Jatim – Publik kembali dihebohkan dengan kasus dugaan pelecehan seksual. Parahnya, tindakan bejat itu dilakukan oleh oknum dokter berinisial AY kepada seorang wanita inisial QAR. Namun, pelaku tak mengakui kesalahannya. 

img_title Kasus Arisan Online Bodong Rp71 Miliar, Polda Jatim Bakal Periksa Selebgram Hingga Artis

Terpaksa langkah hukum diambil oleh QAR melalui kuasa hukumnya Satria Marwan. Mereka melaporkan kelakuan bejat AY ke Polresta Malang Kota, Jumat, 18 April 2025.

Satria menyebut laporan ke Polresta Malang Kota karena mereka geram dengan sikap AY yang cenderung merasa tidak bersalah. AY dilaporkan atas dugaan kekerasan seksual.

img_title Polda Jatim Ungkap Kasus Arisan Online Bodong Senilai Rp71 Miliar

"Kita pikir dokter ini merasa bersalah dan menyerahkan diri, tapi nyatanya enggak. Jadi terpaksa kita mengambil upaya hukum, kita bikin laporan hari ini," kata Satria.

Satria dalam laporan ini juga membawa sejumlah barang bukti. Satria menyebut sampai saat ini QAR masih mengalami trauma. QAR datang dari Bandung dengan didampingi oleh keluarga dan kerabat.

img_title 400 Talenta Muda Soekarno Cup 2026 Siap Warisi Api Perjuangan

“Barang bukti sudah kita lengkapi. Saya belum bisa ceritakan sekarang, mungkin nanti. Korban masih shock dan gelisah, apa yang dilakukan ini sudah benar, apa langkah ini tepat. Kita akan yakinkan bahwa bagi korban pelecehan seksual di mana pun melapor dan berbicara adalah hal yang tepat,” ujar Satria.

Kasus ini sendiri diketahui bermula dari seorang wanita berinisial QAR mengaku menjadi korban pelecehan seksual oleh seorang dokter saat dia dirawat di Persada Hospital Malang pada September 2022 silam.

QAR akhirnya berani bersuara lewat media sosial. Dia menjelaskan saat itu dia sakit sinusitis dan vertigo berat sehingga pergi ke IGD terdekat. Di sana dia di-rontgen hingga diminta mencatat nomor rumah sakit yang ternyata nomor doktor berinisial AY yang memeriksa dirinya.

Dari sini dokter sering mengirim pesan pada QAR meski tidak direspons. Dugaan pelecehan terjadi saat AY sembari membawa stetoskop meminta QAR membuka baju hingga terbuka dengan dalih memeriksa jantung namun stetoskop ditempatkan pada Payudara sebelah kanan.

Pasien mulai tidak nyaman saat sang dokter tampak bermain telpon seluler yang diduga merekam video hingga memfoto bagian tubuh QAR

Halaman Selanjutnya
img_title