Ratusan Perempuan Geruduk DPRD Gresik Adukan Nasib Akibat Terdampak PHK
- VIVA Jatim/Tofan Bram Kumara
Gresik, VIVA Jatim – Ratusan warga yang mayoritas perempuan menggeruduk kantor DPRD Gresik, Selasa, 9 September 2025. Mereka mengadukan nasib setelah kehilangan pekerjaan karena diberhentikan bekerja dari salah satu perusahaan pengolahan hasil laut.
Kedatangan para ibu-ibu pekerja ini diterima langsung oleh Ketua DPRD Gresik, Muhammad Syahrul Munir, usai menghadiri rapat bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Kantor Bupati.
“Para ibu-ibu ini sebelumnya bekerja di sebuah perusahaan, namun karena suatu hal harus diberhentikan sehingga kehilangan pekerjaan, di PHK. Mereka datang ke kantor DPRD dengan harapan mendapat solusi, khususnya soal pekerjaan,” ujarnya.
Menanggapi keluhan dari para perempuan itu, DPRD Gresik berkomitmen mengawal dan memfasilitasi para pekerja agar kembali memiliki penghasilan. Program yang disiapkan meliputi pemetaan keterampilan, pelatihan sesuai kebutuhan, fasilitasi gerobak UMKM, hingga mencarikan lapangan kerja yang sesuai. Evaluasi terkait batas usia penerimaan tenaga kerja juga menjadi perhatian.
Agar program berjalan efektif, Syahrul meminta adanya perwakilan atau ketua kelompok yang bisa berkoordinasi dengan DPRD. Sebagai langkah solutif jangka pendek, ia juga menyumbangkan sebagian gaji dan tunjangan pribadinya untuk membantu para pekerja.
"Nanti akan segera kami transfer, mohon dibagi rata," ujar Syahrul dihadapan ibu-ibu kemudian langsung disambut tepuk tangan meriah.
Terkait hubungan industrial, Dinas Ketenagakerjaan Pemkab Gresik telah melakukan pendampingan. Perusahaan tempat para pekerja itu bekerja memang belum tutup total, namun karena masalah keuangan, sementara waktu harus menghentikan operasinya.
“Jika perusahaan kembali beroperasi, diupayakan seluruh pekerja bisa kembali bekerja,” terang Syahrul Munir.