BNPB Kucurkan Bantuan Rp 250 Juta untuk Penanganan Banjir Trenggalek
- Jazuli/Viva Jatim
Jatim – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kucurkan dana bantuan tunai Rp 250 juta untuk penanganan bencana banjir di Kabupaten Trenggalek.
Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto yang tengah meninjau warga korban banjir di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ittihad Darunnajah Trenggalek mengatakan, selaian bantuan uang tunai, pihaknya juga memberi bantuan logistik berupa kebutuhan pokok dasar, serta juga perahu karet.
Dan bantuan ini pun disambut baik Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin karena sangat berarti bagi warga korban banjir. Artinya, pemerintah pusat hadir untuk meringankan beban warga.
"Bantuan dana siap pakai ini, kita akan bagi lintas matra, TNI-Polri, kabupaten untuk bisa dimanfaatkan, sehingga kerjanya relawan dan tim gabungan bisa semakin cepat sesuai saran dari beliau (Suharyanto)," terang Arifin yang turut mendampingi langsung Suharyanto, Kamis 2- Oktober 2022.
Kemudian untuk penanganan jangka pendek, lanjut Arifin, pihaknya akan melakukan pembersihan sampah dan segala macam yang berpotensi menyebabkan banjir.
Baca juga: Pemkot Surabaya Siap Kirim Alat Berat untuk Penangan Bencana di Jatim
“Bertepatan ada juga Perum Jasa Tirta yang hadir, kita mau duduk bareng, sehingga penangananya bisa dari hulu ke hilir," ucapnya.
Sementara Suharyanto, mengaku jika pihaknya siap turun membantu jika dibutuhkan. "Apabila nanti membutuhkan tindak lanjut terkait tanggap darurat, kami akan mensuport pemerintah daerah,” kata Suharyanto.
Tahap Penangan Bencana
Menurut Suharyanto, masa tanggap darurat bencana ini berlaku sejak ditetapkan hingga 20 hari ke depan. Kemudian pasca masa tanggap darurat, selanjunya masuk tahap pra rehabilitasi rekonstruksi atau peralihan dengan rekonstruksi dan rehabilitasi.
Termasuk juga, jelas Suharyanto, tahap-tahap penanganan bencana banjir, khususnya di tahap tanggap darurat sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Apalagi Pak Bupati telah menetapkan status tanggap darurat dan terhitung mulai kemarin hingga 2 Minggu ke depan," ucapnya.
Baca juga: Selain Banjir Hampir 2 Meter, Longsor Juga Terjadi di Trenggalek
Selanjutnya, masih kata Suharyanto, saat masa rehabilitasi ini, BNPB menegaskan perlu ada kerja sama dan koordinasi yang erat oleh semua pihak. Baik dari TNI, Polri, pemerintah daerah, relawan serta media.