Diremehkan di Indonesia, Batu Lumut Asal Trenggalek Laris di 10 Negara Luar

Kerajinan batu lumut dari Kabupaten Trenggalek.
Sumber :
  • Madchan Jazuli/Viva Jatim

Trenggalek, VIVA JatimBatu lumut diabaikan banyak orang. Tapi bagi pria asal Desa Cakul, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek, ini, batu yang asing di telinga orang itu justru diramut dengan baik sehingga jadi sumber rezeki yang lumayan gede. Bahkan, Dedi, pria tersebut, mampu mengekspor batu lumut koleksinya hingga ke 10 negara.

29.481 Seragam Gratis untuk untuk Siswa Tak Mampu dari Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono

Sejak 2014, Dedi memutuskan diri menjadi pengrajin batu. Saat itu, lagi booming-boomingnya perhiasan batu. Bila pengerajin lain berguguran, Dedi tetap berupaya mencoba keberuntungan dengan menjadi pengerajin dan pengusaha batu. 

Buah dari kegigihannya pria ini, Dedi berhasil menciptakan lebih dari 50 lapangan pekerjaan bagi masyarakat di sekitar.

Atraksi Bocah-bocah Buddhis Afrika Pukau Ribuan Umat Buddha di Surabaya

"Kita bekerja sama di antaranya dengan Shopee. Tentunya saya senang karena kita juga banyak membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar,” katanya ditemui di sebuah pameran di Trenggalek, Senin, 8 Juli 2024. 

Dedi berkreasi dengan brand Batuku. Nama itu ia pilih karena simpel dan mudah dikenal sehingga konsumen mudah mengingat. Dia mengaku memilih nama Batuku sendiri tidak bisa didaftarkan HAKI. 

Dibuka Menkumham, Pejabat Kemenkumham Jatim Ikuti Peringatan Hari Pengayoman ke-79

"Kita bekerja sama dengan banyak outlet di luar maupun dalam negeri. Ada sekitar 200 pelanggan di luar negeri. Cuma langganan tetap di Amerika, [dipasarkan] lewat akun Facebook, Instagram, dan YouTube," ujar Dedi.

Dia mengungkapkan, batu lumut di daerahnya memiliki ciri khas tersendiri. Bahkan, menurut konsumennya, batu lumut Trenggalek merupakan yang terbaik di dunia. Hal itu diketahui setelah konsumen asal Amerika sempat menguji dan membandingkan dengan batu lumut dari daerah dan negara lain. 

Halaman Selanjutnya
img_title