Perahu Rombongan PMII Terbalik Diterjang Ombak di Bawean, Satu Meninggal

Salah satu korban perahu terbalik
Sumber :
  • Tofan Bram Kumara/Viva Jatim

Gresik, VIVA Jatim –Satu orang meninggal dalam kecelakaan perahu nelayan yang membawa rombongan 14 aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di perairan Desa Sidogedungbatu, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik.

img_title Giri Pancasuar Awards 2026 Digelar, PWI Gresik Beri Penghargaan kepada Tokoh Penggerak Pembangunan

Diketahui perahu nelayan yang membawa rombongan wisatawan dari PMII tersebut akan bersandar di pelabuhan Pamona, Desa Desa Sidogedungbatu tersebut terbalik akibat di terjang ombak, Senin, 29 April 2024 petang.

Korban bernama Adam Surya Pratama, yang juga ketua Komisariat Akar Bumi, Al Azhar Menganti, Gresik.

img_title Penegakan Disiplin ASN di Gresik, Satpol PP Jaring 11 Pegawai dan Dua Pelajar

Viki Wahyu Giananda yang juga turut mengalami insiden terbaliknya perahu nelayan tersebut menceritakan, sekitar pukul 18.30 WIB, perahu kecil atau kalotok istilah penyebutan di Pulau Bawean membawa 14 penumpang termasuk nahkoda. 

“Perahu berjalan dari wisata Gili Noko ke Bawean, saat hendak berlabuh ke pelabuhan atau sekitar 200 meter dari Pulau Bawean. Tiba-tiba perahu terbalik akibat gelombang, dan perahu mengalami over load,” ungkapnya, Selasa, 30 Maret 2024.

img_title Polda Jatim Supervisi Kendaraan Operasional Polres Gresik, Ini Tujuan Pemeriksaannya

Perahu yang ditumpangi para kader PMII tersebut tidak dilengkapi alat pelampung keselamatan penumpang. Sehingga saat perahu terbalik akibat sapuan ombak semua saling menyelamatkan diri masing-masing. 

“Empat dilarikan ke RSUD Umar Mas'ud, sedangkan 8 lainnya selamat. Dari empat pasien tersebut, satu diantaranya meninggal. Tiga korban lainnya, dia laki-laki dan satu perempuan. Korban yang meninggal  bisa berenang, tapi kemungkinan diduga kebanyakan kemasukan air dan solar. Sehingga korban meninggal,” jelas Viki.

Ia melanjutkan, perahu mengalami over load. Lantaran saat keberangkatan ke wisata Gili Noko, perahu tersebut membawa sekitar 7 penumpang. 

“Berangkat ke wisata Gili Noko dua kali keberangkatan, tapi pulangnya langsung satu kali. Kemungkinan ini yang mennjadi penyebab perahu terbalik,” terang Viki.

Sementara itu anggota Satpolairud Bawean Bripka Idris membenarkan peristiwa nahas yang dialami 14 rombongan wisatawan PMII tersebut.

“Informasinya korban meninggal saat perjalanan, ini kami masih juga melakukan pemeriksaan kepada saksi-saksi. Karena ada yang menyebut perahu mengalami kandas dan ada yang menyebut perahu terbalik,” ungkapnya.