Tim Bulutangkis Indonesia Berhenti di Babak Semifinal dalam Laga Sudirman Cup 2025

Ganda Putra Indonesia, Muhamad Shohibul Fikri/Daniel Marthin
Sumber :
  • Viva

VIVA JatimTim Bulutangkis Indonesia harus takluk dramatis dari Korea Selatan dengan skor 2-3 dalam laga Sudirman Cup 2025 yang digelar di China, Sabtu 3 Mei 2025. Akibatnya, Indonesia harus terhenti babak semifinal.

img_title Perebutkan Piala Bupati Sidoarjo, 435 Atlet Ramaikan Kejurkab Bulutangkis 2025

Hasil ini menjadi perhatian serius bagi Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI), termasuk Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi, Eng Hian.

Eng Hian mengakui kegagalan menembus final berada di luar ekspektasi, baik bagi PBSI maupun para pencinta bulutangkis tanah air. Kendati demikian, ia tetap melihat sejumlah hal positif dari performa tim Merah Putih, terutama dalam konteks proses regenerasi.

img_title Korbankan Inggris, Indonesia Mampu Gemparkan Piala Sudirman Cup 2025

"Meski hasilnya belum sesuai harapan, kami melihat adanya kemajuan dalam regenerasi. Kami tidak hanya mengandalkan pemain senior, tapi juga memberi kesempatan kepada pemain muda untuk tampil di ajang besar seperti ini," ujar Eng Hian dalam keterangan resmi PBSI. 

Beberapa pemain muda yang mendapat sorotan positif adalah Alwi Farhan dan Mohammad Zaki Ubaidillah (Ubed). Menurut Eng Hian, mereka tampil cukup meyakinkan saat dipercaya membela tim.

img_title Jadwal Pertandingan Bahrain Vs Timnas Indonesia Kualifikasi Piala Dunia 2026

"Penampilan para pelapis seperti Alwi dan Ubed patut diapresiasi. Mereka menjawab kepercayaan dengan performa terbaik. Begitu juga dengan Putri Kusuma Wardani, yang tampil cukup kompetitif saat menghadapi tunggal putri peringkat satu dunia dan peraih emas Olimpiade," jelasnya.

Di sektor ganda putra, Eng Hian menyebut pasangan Muhammad Shohibul Fikri/Daniel Marthin serta Bagas Maulana/Leo Rolly Carnando sudah menunjukkan kesiapan sebagai penerus Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.

"Regenerasi di ganda putra cukup menjanjikan. Fikri/Daniel dan Bagas/Leo sudah layak menjadi pelapis Fajar/Rian. Tantangannya adalah menyiapkan lapisan berikutnya agar jarak kemampuan tidak terlalu jauh," lanjutnya.

Namun demikian, kondisi berbeda terjadi di sektor ganda putri. Eng Hian menilai sektor ini masih butuh banyak perbaikan dan belum memiliki pasangan andalan yang mampu bersaing di level elite dunia. 

"Untuk sektor ganda putri, pekerjaan rumah kita masih cukup berat. Belum ada pasangan yang bisa bersaing konsisten di turnamen level Super 500 ke atas. Ini harus segera dibenahi, baik dari sisi program maupun pendekatan pelatihannya," ungkapnya.

Halaman Selanjutnya
img_title