Diduga Sejoli Curi Sepeda Listrik di Apotek Mojokerto, Aksinya Terekam CCTV
- M. Lutfi Hermansyah
Mojokerto, VIVA Jatim-Rekaman kamera pengawas (CCTV) memperlihatkan aksi pencurian sepeda listrik yang terjadi di Apotek Enggal Farma, kawasan ruko Perumahan Singgasana, Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto. Berdasarkan rekaman tersebut, pelaku diduga berjumlah dua orang, yakni seorang pria dan seorang wanita.
Peristiwa itu terjadi pada Rabu, 8 Juli 2026, sekitar pukul 19.27 WIB. Dalam rekaman CCTV yang beredar, terlihat seorang pria memasuki area depan ruko dan mendekati sepeda listrik yang terparkir.
Pria tersebut tampak mengenakan kaus, celana pendek, dan topi. Tak lama kemudian, ia terlihat membawa keluar sepeda listrik dari lokasi.
Pemilik apotek, Arif Setiawan (40), mengaku awalnya tidak menyadari sepeda listrik miliknya telah hilang. Ia sempat mengira kendaraan tersebut digunakan oleh anaknya.
"Awalnya saya kira dibawa anak saya. Setelah dicek, ternyata kuncinya masih ada di etalase," ujar Arif kepada wartawan, Kamis, 9 Juli 2026.
Setelah memastikan tidak ada anggota keluarga yang menggunakan sepeda listrik tersebut, Arif berusaha menanyakan keberadaannya kepada warga sekitar. Namun, tidak ada yang mengetahui.
"Saya kemudian mencoba mengecek CCTV, ternyata ada yang mengambil," katanya.
Arif menjelaskan, dirinya merupakan orang terakhir yang menggunakan sepeda listrik tersebut setelah pulang dari musala. Ia dan keluarganya diketahui tinggal di lantai dua ruko yang juga digunakan sebagai apotek.
Dari rekaman CCTV milik tetangga, Arif menduga aksi tersebut dilakukan oleh dua orang. Seorang wanita terlihat berada di tepi jalan sambil mengamati situasi, sedangkan seorang pria mengambil sepeda listrik dari halaman ruko. Keduanya disebut datang menggunakan sepeda motor matik.
"Setelah diambil, sepeda listrik didorong sambil dinaiki. Saat sampai di lokasi perempuan yang menunggu, sepeda itu kemudian diangkat dan dibawa menggunakan sepeda motor," ungkapnya.
Menurut Arif, kedua orang tersebut kemudian meninggalkan lokasi menuju arah utara atau ke arah pusat Kota Mojokerto. Meski mengalami kehilangan, Arif memilih tidak melaporkan peristiwa tersebut ke pihak kepolisian.
Ia mengaku sudah tidak memiliki bukti pembelian maupun dokumen kepemilikan sepeda listrik tersebut.
"Saya rasa tidak usah melapor karena bukti kepemilikan dan kwitansinya sudah hilang," ujarnya.