Perbaiki Gizi Balita lewat Susu Kambing Etawa hingga Sembuhkan Penyakit Lansia
- Viva Jatim/Madchan Jazuli
Trenggalek, VIVA Jatim – Pagi-pagi Yanto (70) mencoba berjalan di sekitar rumah. Beberapa bulan terakhir mengidap penyakit asma membuat aktivitas sehari-hari lebih terbatas tak seperti biasa.
Untuk berjalan pun, ketika kambuh tidak sekuat sebelumnya saat sehat. Sudah puluhan resep obat yang ia minum membuat malas, dan khawatir ketergantungan barang tersebut yang berasal dari kimia.
Tinggal tak jauh dengan sang anak dan cucu di RT 14 RW 03 Desa Karanganom Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek, mencoba saran tetangga untuk mengkonsumsi susu kambing etawa. Praktis, selalu ada satu hingga dua botol di freezer susu kambing etawa.
"Hampir satu bulan mengkonsumsi susu kambing. Yang lama saya rasakan adalah asma menggeh-menggeh (sesak nafas, red)," keluh Yanto kepada VIVA Jatim ditemui di teras rumah anaknya, Senin, 30 September 2024.
Kakek yang dulu bekerja sebagai tukang bangunan ini mengatakan sebelum minum susu, obat resep dari dokter maupun mantri terus tidak berhenti.
Yaitu semenjak pulang dari rumah sakit beberapa bulan lalu, apabila kambuh dan terasa sesak langsung minta obat, sembuh kambuh terasa minta lagi.
Akhirnya, jenuh dengan rutinitas meminum obat-obatan, Yanto memilih untuk membatasi sendiri. Resep dari dokter atau mantri ia kurangi separuh dari kadar yang telah diberikan.
"Malah saya mintanya 1 (jenis obat) saya hemat, sebenarnya obat sesaknya itu saja aman. Kalau obat sesak yang semula 1 saya kurang setengah butir. Karena kalau terlalu sering tidak baik," ulasnya.
Yanto menambahkan bahwa untuk penyakit yang ia idap untuk sembuh tuntas itu sulit. Pernah suatu hari, pertumbuhan kesehatan enak cepat. Tiba-tiba, makan sayur bayam langsung kena lagi kumat.
Yanto mengaku optimis bisa sembuh. Lantaran 24 botol sudah ia habiskan selama ini dan menunjukkan perubahan secara drastis. Yang semula hanya berbaring, kini bisa berjalan meski sedikit membutuhkan tenaga.
"Saya mendadak kalau beli susu, langsung. Habis 24 botol, rodok enteng (sedikit ringan)," tutupnya.
Lain Yanto, lain Komsiyah (49). Warga Desa Karanganom ini juga beberapa kali membeli susu kambing etawa diperuntukkan sang cucu. Muhammad Rayyanka Maxalmina namanya. Sesekali menderita sariawan, Komsiyah memilih untuk membelikan susu kambing sebagai obat.