30 Hektar Sawah di Lamongan Gagal Panen Imbas Proyek JLU

Para petani di Lamongan saat aksi unjuk rasa
Sumber :
  • VIVA Jatim/Imron Saputra

Lamongan, VIVA Jatim - Puluhan petani di Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan memprotes proyek pembangunan Jalan Lingkar Utara (JLU). Sebab, proyek itu berdampak terhadap berkurangnya suplai air untuk kebutuhan petani.

img_title Jukir Liar yang Meresahkan Sopir di Lamongan Ditangkap, Polisi Lakukan Pembinaan

Para petani menyoal proyek tersebut sebab jembatan sementara yang dibangun berada di atas Kali Deket. Jembatan yang dibangun dengan material kontainer baja tersebut menghambat aliran air sehingga suplai air berkurang.

"Akibatnya ratusan hektar lahan di beberapa desa terdampak masalah air. Kami menuntut agar pelaksana proyek JLU mencari solusi atas masalah yang dihadapi petani," kata Kades Deket Wetan, Kusbianto, Jumat 19 Juli 2024.

img_title Curhat Sopir di Lamongan Dimintai Uang Parkir Saat Berhenti di Jalan Lingkar Utara

Wilayah yang terdampak tersebut di antaranya Desa Rejosari, Deket Wetan, Deket Kulon, Pandanpancur, Sidorejo, Tambakrigadung, Jetis, dan Sidokumpul.

Kusbianto mengatakan, sebenarnya persoalan ini sudah teratasi dengan pemasangan pompa air di jembatan sementara dan pemberian BBM solar ke para petani namun tidak berjalan berkelanjutan karena kurang komunikasi.

img_title Jalan Lingkar Utara Lamongan Kembali Dibuka dan Diujicoba Selama 30 Hari

"Sudah ada yang gagal panen sekitar 30 hektar, tapi dengan pertemuan ini semua sudah jelas, pihak JLU bersedia membantu sehingga hasil penan di wilayah Deket melimpah," jelasnya.

Sementara itu, Penyedia jasa proyek JLU, PT Jaya Kontruksi, Roy Herman mengatakan, jika pihaknya sudah berupaya mencari solusi agar persoalan tersebut bisa diselesaikan. Pompa yang dipasang itu juga untuk mengalirkan bukan untuk memperbesar debit air.

"Perlu kita pahami percuma kalau jumlah pompanya banyak tapi debit airnya kecil. Maka dari itu diselaraskan saya nanti dengan pihak Dinas Sumber Daya Air akan mencari solusi agar bisa memenuhi permintaan petani," katanya.

Selain itu, pihaknya juga menjamin jika jalannya proses pembangunan proyek JLU tidak berdampak pada keberlangsungan pertanian wilayah setempat.

Demo tersebut diikuti elemen kepala desa, sampai Himpunan Petani Pemakai Air (Hippa) setempat.