Kriteria Kegawatdaruratan yang Dijamin oleh JKN-BPJS Kesehatan di Gresik

BPJS kesehatan saat hearing dengan Komisi IV DPRD Gresik.
Sumber :
  • Tofan Bram Kumara/Viva Jatim

Gresik, VIVA Jatim –Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mengharuskan setiap peserta untuk melalui Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) terlebih dahulu. 

img_title Pemkab Gresik Pastikan Pengobatan Lanjutan Balita Idap Penyakit Atresia Bilier

Namun, dalam kondisi gawat darurat, peserta bisa langsung mendapatkan layanan di Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL), asalkan kondisi tersebut memenuhi kriteria kegawatdaruratan.

Kepala Kantor BPJS Kesehatan Cabang Gresik, Janoe Tegoeh Prasetijo, menjelaskan bahwa pelayanan kegawatdaruratan berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 47 Tahun 2018 tentang Pelayanan Kegawatdaruratan harus memenuhi beberapa kriteria. 

img_title Jaga Mutu Layanan Kesehatan, 41 RS dan Faskes di Pantura Jalani Rekredensialing

Kriteria tersebut antara lain meliputi kondisi yang mengancam nyawa, membahayakan diri, orang lain, atau lingkungan, gangguan pada jalan napas, pernapasan, dan sirkulasi, serta kondisi penurunan kesadaran, gangguan hemodinamik, dan situasi yang memerlukan tindakan medis segera.

"Kondisi gawat darurat ini harus ditentukan oleh Dokter Penanggung Jawab Pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD), yang mengacu pada ketentuan yang telah ditetapkan dalam Peraturan Menteri Kesehatan tersebut. Jadi, kondisi gawat darurat tidak bisa hanya berdasarkan asumsi peserta," ujar Janoe, Rabu, 11 Desember 2024.

img_title Lapas Porong Pelopor BPJS Kesehatan untuk Napi

Janoe juga menegaskan bahwa BPJS Kesehatan bertanggung jawab memberikan penjaminan pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia yang telah terdaftar sebagai peserta aktif JKN. Pelayanan kesehatan akan dijamin sesuai dengan indikasi medis, ketentuan, dan prosedur yang berlaku.

"Program JKN bertujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan yang merata bagi seluruh masyarakat. Semua jenis pelayanan kesehatan akan dijamin sesuai dengan indikasi medis, ketentuan, dan prosedur yang berlaku," tambahnya.

Lebih lanjut, Janoe menerangkan bahwa terdapat 144 diagnosa penyakit yang harus diselesaikan di FKTP. Apabila terdapat indikasi medis untuk pemeriksaan lanjutan maka petugas medis akan memberikan rujukan ke Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL).

“Betul, jika tidak termasuk dalam kriteria diagnosa yang telah ditetapkan tersebut atau memerlukan tindakan spesialistik maka peserta akan diberikan rujukan oleh FKTP ke FKRTL. Dan rujukan tersebut berdasarkan indikasi medis, bukan Atas Permintaan Sendiri (APS),” sebut Janoe.

Dokter atau petugas di FKTP merupakan tenaga medis berkompeten sehingga lebih mengetahui tindakan yang dibutuhkan untuk  peserta. Selain itu, sistem rujukan berjenjang dilakukan dengan tujuan memberikan kemudahan kepada peserta dalam mengakses fasilitas kesehatan, dimana lokasi FKTP cenderung lebih dekat dengan rumah peserta dibandingkan dengan FKRTL. 

Halaman Selanjutnya
img_title