Beromzet Miliaran Per Bulan, Pedagang Tas Wanita di Mojokerto Kelimpungan Usai TikTok Shop Ditutup

Pedagang tas berjualan di TikTok Shop
Sumber :
  • Viva Jatim/Luthfi Hermansyah

Mojokerto, VIVA Jatim – Layanan TikTok Shop resmi ditutup pemerintah Indonesia hari ini, Rabu, 4 Oktober 2023. Tepat pukul 17.00 WIB, TikTok tidak bisa melakukan transaksi e-commerce lagi. Penutupan ini terkait dengan aturan pemerintah soal larangan media sosial melayani aktivitas jual beli layaknya e-commerce (social e-commerce).

img_title Mahasiswa Doktoral IPB Dalami Manajemen Industri dan Ketahanan Pangan Lewat Kunjungan ke Bogasari

Akibat penutupan tersebut, pedagang, seller, affiliate pun terdampak dan tak lagi bisa meraup penghasilan dari penjualan di TikTok Shop. Tak sedikit dari mereka yang merasa sedih. 

Regi Oktaviana misalnya, pelaku usaha tas dan dompet wanita asal Mojokerto. Ia mengaku kelimpungan. Sebab, 90 persen omzetnya berasal dari layanan TikTok Shop. Sehingga larangan tersebut berdampak pada turunnya produksi penjualan hingga omzet. Selain itu,  ia mengatakan, turunnya omzet juga berpengaruh pada hasil produksinya.

img_title Dinas ESDM Jatim Kembangkan Sistem Perizinan yang Praktis dan Transparan

"Rasanya seperti didorong ke dalam jurang. Karena memang 90 persen orderan dari TikTok Shop. Berkat TikTok shop juga usaha kami bisa bangkit waktu terpuruk karena pandemi," katanya kepada Viva Jatim di rumahnya yang terletak di Lingkungan Prajurit Kulon Gang 9, Kelurahan/Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, Rabu, 4 Okober 2023. 

Pemilik toko Oktaviana Tas Grosir ini menceritakan, awal bergabung dangan TikTok Shop tahun 2021. Dan di tahun 2021. Kala itu, ia masih mejalin kerjasama dengan satu pelaku usaha konveksi untuk membuat tas dan dompet wanita. Seiring berjalannya waktu, orderannya naik pesat. 

img_title Efisiensi Anggaran Hantam Industri Event Jatim, Pelaku Usaha Terpaksa Jual Aset

Perempuan berusia 29 tahun ini kemudian merangkul puluhan pelaku usaha konveksi dan menambah karyawan. Kini, sebanyak 35 pelaku usaha konveksi dari Mojokerto dan Sidoarjo telah ia berdayakan. Sementara, untuk karyawan ia memiliki sedikitnya 60 orang mulai dari admin, packing, dan tim kreatif atau konten kreator. 

Sejak bergabung dengan TikTok Shop, dalam sehari pesanananya bisa tembus  1500 sampai 4000 paket. Oleh karena itu, ia menyebut penutupan TikTok Shop sangat berdampak bagi usahanya. 

"Dampaknya banyak, punya 60 karyawan dan 35 konveksi. 1 konveksi ada sekitar 20 pekerja yang semuanya kepala keluarga. Kita harus survive (bertahan) menopang seluruh karyawan dan juga konveksi yang setor," ungkap Regi. 

Regi berbisnis tas sejak tahun 2014. Saat itu, ia memulai dengan modal Rp 500 ribu. Kini, usaha telah memiliki omzetnya miliar rupiah per bulannya. Namun, ia memprediksi dengan adanya pentutupan TikTok Shop, omzetnya bakal turun hingga 80 persen. 

Halaman Selanjutnya
img_title