Waspada! Kenali 5 Faktor Risiko kelahiran Prematur

Bayi lahir prematur
Sumber :
  • Ceritakita

Jatim – Kita sering mendengar istilah kelahiran prematur, namun tidak mengenali definisinya. Kelahiran prematur adalah suatu proses kelahiran yang terjadi sebelum usia kehamilan mencapai 37 minggu. Maka apabila kehamilan terjadi pada usia kurang dari 37 minggu bisa disebut sebagai kelahiran prematur. 

Bayi Dalam Kardus Ditemukan di Depan Rumah Warga Mojokerto, Ada Surat Wasiat Sang ibu

Menurut data, Indonesia masuk dalam daftar atau peringkat kelima negara dengan angka kelahiran prematur tertinggi di dunia. Tentunya hal ini dapat menyebabkan masalah baik pada ibu hamil maupun bayi.

Untuk mencegah hal itu, kita harus mengetahui apa sebenarnya faktor risiko bayi dapat lahir prematur? 

Hati-hati! Hindari Ibu Hamil dari Asap Rokok, Bayi Bisa Jadi Stunting

Dikutip dari Youtube Hidup Sehat tvOne, berikut ulasannya bersama dr. Haekal Anshari, M. Biomed (AAM) dan dr. Syifa Mardhatillah Syafitri, Sp. OG Spesialis Kebidanan dan Kandungan.

Sebelum kehamilan setiap ibu mempunyai faktor risiko masing-masing. Sementara faktor risiko kelahiran prematur sebelum kehamilan di antaranya: 

Klinik Bayi Tabung di Surabaya Ini Raih Akreditasi Internasional Pertama di Indonesia Timur

1. Riwayat kelahiran prematur di kehamilan sebelumnya, apabila seorang ibu memiliki riwayat kelahiran prematur maka kehamilan berikutnya akan lebih meningkat risikonya dibandingkan orang yang sebelumnya hamil cukup bulan. 

2. Gaya hidup, apabila seorang ibu merokok atau menggunakan obat-obatan, maka risiko kelahiran prematur juga akan lebih besar. 

3. Usia, jika usia pada saat kehamilan kurang dari 18 tahun atau di atas 35 tahun bisa jadi risiko prematurnya juga lebih besar.  

4. Jarak kehamilan, bila kehamilannya cepat atau kurang dari enam bulan dan jarak kelahiran yang terpaut jauh ini juga bisa menyebabkan risiko kelahiran prematur. 

5. Status gizi, misalnya saja seseorang yang kurang gizinya atau IMT kurang dari 18,5 atau sebaliknya seperti obesitas maka risiko kelahiran prematur juga akan meningkat.