Ada 20 Catatan Dosen UIN SATU Tulungagung ke Buku 'Surat Cinta Gus Nadir'

Dosen UIN SATU Tulungagung berikan catatan karya Gus Nadir
Sumber :
  • Viva Jatim/Madchan Jazuli

Terbitannya tidak tebal, kertas bagus dan enak dibaca. Sehingga buku mudah dibawa ke mana saja, alasanya ringan dan ini menjadi hal penting untuk minat membaca.

Kantin UIN SATU Tulungagung Terbakar, Diduga Akibat Puntung Rokok

"Kedua, sisi tema yang ditulis, menurut saya cukup beragam. Ada kalanya Gus Nadir membawa pembaca pada hal-hal yang berkaitan dengan sisi fundamental agama," ulasnya.

Pada saat lain dibawa pada hal yang memeras perasaan seperti calon pengantin baru yang berdebar-debar menunggu akad nikah. Bahkan penulis juga mebawa pembaca pada kedalaman pemahaman tasawuf. 

Cak Imin Bawa-Bawa Ayahnya, Inayah Wahid: Dulu Nendang Gus Dur, Jangan Menafikan Sejarah

"Ketiga, kedalaman isi dan substansi menandakan kedalaman ilmu penulis. Lalu, keempat kajian tasawuf yang mudah dicerna menunjukkan bahwa penulis bukan hanya pengajar ilmu tasawuf tetapi juga pengamal dan kategori guru tasawuf (modern)," ulasnya.

Selanjutnya, kelima kajian tema dalam buku Gus Nadir' menurut Nafis sangat komprehensif karena diambil dari berbagai sumber atau referensi ataupun kitab-kitab klasik dan modern.

Maba 4,5 Ribu UIN Tulungagung Pecahkan Rekor Muri Terpanjang 1,5 Km

Keenam, tak jarang Gus Nadir tidak mencantumkan referensi hal itu bukan nilai minus buku ini malah sebaliknya. Penulis merupakan refrensi itu sendiri, sebab memang semua untaian kata dan kalimat berbasis pada ilmu dan banyaknya pengalaman lahiriah dan batiniyah penulis sendiri.

"Ketujuh, setiap bagian akhir ada kalimat yang menarik bagi kaum hawa karena penulis selalu menyapa dengan bahasa yang indah," paparnya.

Halaman Selanjutnya
img_title