Ada 20 Catatan Dosen UIN SATU Tulungagung ke Buku 'Surat Cinta Gus Nadir'
- Viva Jatim/Madchan Jazuli
"Di kalimat terakhir ada pertanyaan dari penulis. Tidakkah kalian juga merindukannya? Langsung pena yang saya pegang untuk menandai poin yang ku anggap penting dan ku tuliskan jawaban singkat 'Nggih Gus'," kata Nafis.
Keenam belas, ternyata tetesan air mataku sudah dimulai ketika membaca tema tentang Kisah Romantisme 'selimuti aku'. Dikatakan Nafis, pada saat bagaimana kejadian itu menimpa manusia yang menjadi kekasih Tuhan ini.
Ketujuh belas, catatan Nafis pembaca akan lebih bisa menemukan rasa dan pesan yang terkandung manakala membacanya sendiri. Karena tidak jarang akan sesuai dengan situasi dan kondisi pembaca ketika sedang membaca buku.
Untuk poin kedelapan belas, pengalaman batin pembaca berpengaruh terhadap memahami isi dan makna serta merasakannya. Lalu, kesembilan belas, ada beberapa penulisan yang bisa dipertimbangkan kembali: penulisan 'di' bersambung tempat/waktu masih disambung. Ada kata sambung 'dan' terletak di awal kalimat.
"Kedua puluh, permohonan pribadi gus. Panjenengan nulis kitab-kitab tipis agar bisa kami kaji ketika ramadan, misal tematik akhlak, tasawuf, fiqh yaumiyyah atau waqi’iyyah dan lainnya," pungkas Nafis.